“PLN terus memastikan kesiapan kelistrikan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat. Pada sektor pertanian, dukungan terhadap elektrifikasi pompanisasi menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu menjaga ketersediaan air dan keberlanjutan aktivitas pertanian, khususnya saat menghadapi kondisi kekeringan,” ujar Ririn.
Dalam kegiatan tersebut, PLN UP3 Solok memaparkan kesiapan mendukung program elektrifikasi pompanisasi. Dukungan tersebut diarahkan untuk menyediakan pasokan listrik yang dibutuhkan dalam pengoperasian pompa air pertanian sekaligus memastikan kebutuhan kelistrikan dapat ditindaklanjuti secara terkoordinasi.
Kolaborasi dengan BRMP Kementerian Pertanian RI dan BPSIP Buah Tropika Sukarami juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat identifikasi lokasi prioritas, kebutuhan kelistrikan serta pendampingan kepada kelompok tani penerima manfaat di wilayah Sumatera Barat.
PLN bersama pemangku kepentingan sektor pertanian terus membangun komunikasi mengenai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Informasi tersebut menjadi bagian dari proses untuk mengarahkan dukungan kelistrikan secara lebih tepat sesuai kebutuhan program pompanisasi.
Ririn mengatakan, kerja sama lintas sektor diperlukan agar dukungan terhadap elektrifikasi pompanisasi dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian.
“Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan balai-balai pertanian menjadi penting untuk memastikan dukungan PLN tepat sasaran. Kami ingin kelistrikan yang tersedia dapat menunjang kebutuhan pompanisasi dan membantu petani mempertahankan produktivitas pertaniannya,” kata Ririn.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





