Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy saat membuka lomba mengingatkan peserta agar menjaga kelestarian lingkungan, saling membantu, dan menghormati aturan selama berada di alam terbuka.
āSebagai pecinta alam, saya berpesan agar kita saling tolong-menolong, menjaga kelestarian lingkungan, dan tetap memperhatikan etika saat berada di alam. Alam juga memiliki aturan yang harus kita perhatikan dan indahkan,ā pesannya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Tasliatul Fuadi menjelaskan, lintasan lomba dibagi menjadi dua etape. Etape pertama dimulai dari SMAN 11 Padang di Bungus, melewati kawasan hutan Baringin, Lubuk Kilangan, hingga Gua Kelelawar di Padayo. Etape kedua berlanjut melalui kawasan hutan Gaduik dan Pauh V, dengan garis finis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Kecamatan Kuranji.
Lokasi start dipindahkan ke Bungus Teluk Kabung setelah lokasi awal yang direncanakan di kompleks pusat pemerintahan Kabupaten Solok terdampak longsor. Penilaian lomba tahun ini berfokus pada kecepatan waktu. Peserta juga mendapat pembekalan sejarah dari dosen Universitas Andalas Hari Efendi Iskandar sebelum mengikuti perlombaan.
Ketua KPA Bias Khalid Saifullah Rajo Basa menyebutkan, jumlah peserta tahun ini mencapai 81 tim. Keikutsertaan peserta lintas daerah diharapkan memperluas persahabatan antarkomunitas pecinta alam sekaligus memperkuat semangat menjaga lingkungan dan mengenal sejarah perjuangan bangsa. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





