Dia menegaskan, hubungan kemitraan antara pemerintah dan pers harus dibangun atas dasar saling menghormati peran masing-masing. Pemerintah membutuhkan pers sebagai salah satu sarana penyampaian informasi publik, sementara pers memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, pemberitaan yang faktual, berimbang, dan edukatif dinilai penting untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pers juga diharapkan tidak hanya memberitakan keberhasilan pemerintah, tetapi turut memberikan ruang bagi aspirasi masyarakat, persoalan pelayanan publik, serta berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut pemerintah daerah.
“Pers diharapkan dapat menyampaikan informasi yang mendidik dan mencerahkan masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Setia Bakti berharap PWI Pasaman Barat dapat menjadi wadah yang memperkuat profesionalisme wartawan, meningkatkan kualitas pemberitaan, serta menjaga hubungan komunikasi yang baik antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navis berharap kepengurusan PWI Pasaman Barat periode 2026–2029 di bawah kepemimpinan Junir mampu menjaga soliditas organisasi dan memperkuat kebersamaan di antara anggota.
Dia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, integritas, dan profesionalisme wartawan, termasuk kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas peliputan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





