Kopi Bantjah Dikembangkan Jadi Cookies hingga Lilin Aromaterapi, Libatkan Perempuan dan Anak Muda

Melalui dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, pengembangan kopi lokal ini mulai membuka peluang usaha baru bagi perempuan dan generasi muda. (Foto: Semen Padang/SumbarFokus.com)

Di sisi hulu, kelompok petani Kopi Bantjah telah mendapat pendampingan PT Semen Padang sejak 2023. Ketua Kelompok Petani Kopi Bantjah Yulisman menyebutkan, kelompok tersebut memiliki 36 petani terdata, dengan sekitar 31 orang masih aktif. Luas lahan yang pernah didata bersama PT Semen Padang dan tenaga ahli dari Solok Radjo mencapai sekitar 29 hektare.

Produksi kelompok saat ini berkisar satu ton buah kopi merah atau cherry per tahun. Setelah diolah menjadi green bean atau biji kopi hijau, volumenya diperkirakan sekitar 200 kilogram. Dengan produksi yang masih terbatas, diversifikasi produk diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi kopi sekaligus memperluas sumber pendapatan masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, program TJSL diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat mengembangkan potensi ekonomi lokal. Dukungan tidak hanya menyasar produksi di kebun, tetapi juga pengolahan dan pemasaran agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

“Yang ingin kami bangun bukan ketergantungan masyarakat kepada perusahaan, tetapi kemampuan masyarakat untuk semakin mandiri. PT Semen Padang hadir sebagai mitra yang mendengar kebutuhan, mendukung potensi, dan bergerak bersama berbagai pemangku kepentingan,” ujar Win.

Bacaan Lainnya

Pengembangan produk turunan Kopi Bantjah diharapkan memperkuat rantai usaha kopi lokal, mulai dari petani, pengolah produk, hingga generasi muda. Dengan keterampilan dan akses pasar yang semakin baik, kopi dari Koto Baru berpeluang berkembang menjadi sumber ekonomi masyarakat yang lebih berkelanjutan. (000/sp)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait