Karena itu, masyarakat perlu memahami tindakan yang harus dilakukan sebelum bencana terjadi, ketika menghadapi keadaan darurat, hingga memasuki tahap pemulihan. Pengetahuan tersebut penting agar masyarakat tidak hanya mengandalkan bantuan setelah bencana, tetapi juga mampu mengurangi risiko dan melindungi diri sejak dini.
Nanda menegaskan, penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan diperlukan untuk memperluas edukasi, menyebarkan informasi kebencanaan, serta membantu warga terdampak sesuai kebutuhan dan arahan petugas.
βHarapan kita ke depan, semoga Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, terhindar dari bencana-bencana yang melanda. Untuk itu, peran generasi muda, terutama KNPI, harus menjadi garda terdepan dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,β tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pejabat Fungsional Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Sumatera Barat Akli El Bana turut menjelaskan pentingnya penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, dan berkesinambungan. Menurutnya, bencana tidak hanya berkaitan dengan faktor alam, tetapi juga dapat muncul akibat aktivitas manusia dan persoalan sosial, termasuk konflik antarkelompok maupun ancaman teror yang mengganggu keamanan masyarakat.
Akli menjelaskan, penanggulangan bencana mencakup berbagai tahapan, mulai dari mitigasi dan kesiapsiagaan sebelum bencana, penanganan tanggap darurat saat bencana terjadi, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana. Setiap tahapan membutuhkan koordinasi dan langkah yang tepat agar risiko dapat ditekan serta kehidupan masyarakat terdampak bisa segera dipulihkan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





