Sulaman Nareh Jadi Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas di Pariaman

Hasil pembelajaran mereka dipamerkan dalam Workshop dan Pameran Mini Hasil Pelatihan Inklusif Sulaman Nareh di Galeri Sulaman Indah Mayang, Naras, Rabu (30/9/2026). (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Selain memamerkan karya, kegiatan tersebut menghadirkan talkshow dan demonstrasi bertajuk ā€œDari Proses Belajar hingga Karya Inklusifā€. Ketua pelaksana, tutor, dan perwakilan peserta berbagi pengalaman mengenai proses pelatihan, perkembangan keterampilan, serta nilai budaya Sulaman Nareh.

Dalam demonstrasi, Fitrinawati memperlihatkan tahapan pengerjaan sulaman, mulai dari penggunaan alat dan bahan hingga pembentukan motif pada kain. Pengunjung juga dapat melihat langsung karya peserta dalam pameran mini yang menjadi ruang apresiasi atas proses belajar dan keterampilan yang telah dikembangkan.

Kegiatan turut dilengkapi Lomba Praktik Sulaman Nareh dan Lomba Foto Instagram bertema ā€œSulaman Nareh untuk Semuaā€. Kedua agenda tersebut ditujukan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam mengenal dan mengapresiasi kerajinan tradisional tersebut.

Melalui program ini, Sulaman Nareh tidak hanya diperkenalkan sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan antargenerasi. Pelatihan inklusif diharapkan memberi ruang bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan setelah kegiatan berakhir, sekaligus memperluas partisipasi penyandang disabilitas dalam pelestarian budaya di Kota Pariaman. (000/003)

Bacaan Lainnya

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait