“Kesalahan dalam penanganan justru bisa memperparah kondisi kebakaran,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Damkar juga memperkenalkan berbagai media pemadaman api, mulai dari cara sederhana seperti menggunakan kain tebal, pasir, dan air, hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan awal.
Dia juga mengingatkan, bahaya gas di ruang tertutup yang tidak berbau, tidak terlihat, dan tidak berasa, namun dapat memenuhi ruangan dan berpotensi menimbulkan ledakan jika tidak memiliki ventilasi yang baik.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pemadaman api sederhana oleh peserta sebagai bentuk edukasi lapangan agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi darurat.
Ketua Pemuda Desa Kasih, Falih, mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat dan menambah wawasan masyarakat.
“Edukasi ini sangat menambah pengetahuan kami. Banyak hal yang sebelumnya tidak kami ketahui terkait pencegahan dan penanganan kebakaran. Ini sangat penting untuk keselamatan warga,” ujarnya.
Melalui kegiatan TMMD Reguler ke-128 ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi kebakaran semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan tanggap terhadap potensi bencana. (000/tmmd)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






