Goes to School, PLN Ajak Siswa Peduli Bahaya Listrik Sejak Dini

Dengan mengangkat tema “Peduli Bahaya Listrik Sejak Dini", sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sejak usia dini tentang pentingnya penerapan K2. (Foto: PLN Sumbar/SumbarFokus.com)

SOLOK (SumbarFokus)

PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok goes to school, Rabu (5/6/2024), sosialisasikan keselamatan ketenagalistrikan (K2) di SD Negeri 19 Tanah Garam Kota Solok. Dengan mengangkat tema “Peduli Bahaya Listrik Sejak Dini”, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sejak usia dini tentang pentingnya penerapan K2.

Bacaan Lainnya

Bertempat di ruang rapat sekolah, acara sosialisasi dihadiri oleh puluhan siswa, guru, dan staf pendidikan di SD Negeri 19 Tanah Garam Kota Solok.

PLN UP3 Solok diantaranya sampaikan mengenai dasar-dasar listrik, bahaya yang mungkin timbul dari penggunaan listrik yang tidak aman, serta cara-cara pencegahan kecelakaan listrik. Manager PLN UP3 Solok, Abdul Azis menyebut bahwa siswa sekolah dasar adalah generasi potensial untuk dikenalkan perilaku aman menggunakan listrik.

‘’Anak-anak sejak dini perlu diajarkan bahwa bermain dekat dengan jaringan listrik itu berbahaya, sehingga perlu memberi jarak sekitar 3 meter. Mereka bisa diedukasi tentang penggunaan stop kontak yang benar, yang tidak menumpuk. Tentang memastikan tangan dan anggota tubuh kering sebelum menyentuh aliran listrik, tentang cara cerdas menggunakan listrik saat banjir, dan lain sebagainya,’’ sampainya.

Dampak bahaya listrik dapat menyebabkan kecelakaan pada manusia, seperti; luka bakar, hilangnya kesadaran, hingga kematian. Juga dapat menyebabkan kerugian material akibat kerusakan properti atau peralatan elektronik yang rusak hingga terbakar. Proses bisnis pun dapat berhenti sehingga menyebabkan kerugian.

Untuk itu, Azis mengajak siswa siswi untuk lebih peduli terhadap potensi bahaya listrik. ‘’Hindari kegiatan yang berbahaya, seperti mendekati gardu PLN dan mengutak atik MCB atau kWh meter,’’ jelasnya.

Azis percaya, lingkungan sekolah dapat menjadi penyambung lidah PLN untuk meneruskan informasi yang benar tentang potensi bahaya listrik.

‘’Generasi muda dan lingkungan sekolah cocok menjadi penyebar informasi yang benar tentang keselamatan kelistrikan. Jangan lupa gunakan PLN Mobile untuk melaporkan potensi bahaya yang harus ditindak oleh petugas PLN. Mari sebarluaskan juga kepada lingkungan sekitar untuk menggunakan PLN Mobile,’’ tuturnya.

PLN UP3 Solok, lanjut Azis, berkomitmen untuk terus menggiatkan kegiatan sosialisasi serupa di berbagai sekolah dan komunitas sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. (000/UID-Sumbar)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait