KABUPATEN SEMARANG (SumbarFokus)
Personel TNI bersama warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menerapkan pola kerja estafet dalam mengangkut material pembangunan selama pelaksanaan TMMD Reguler ke-129, Selasa (11/8/2026).
Genting dan bata ringan dioper dari satu orang ke orang berikutnya secara berantai hingga mencapai lokasi pengerjaan. Pola tersebut membuat proses pemindahan material berlangsung lebih teratur dan memudahkan personel serta warga bekerja secara bersama-sama.
Dalam pelaksanaannya, prajurit dan warga berdiri berjejer untuk meneruskan material dari satu titik ke titik lainnya. Setiap orang memiliki peran dalam memastikan material sampai ke bagian yang membutuhkan.
Komandan Kodim 0714/Salatiga selaku Komandan Satgas TMMD Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho menyebut pola kerja tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam pelaksanaan TMMD.
βSatu orang mungkin lambat dan berat, namun bersama-sama berantai, kita bisa melangkah cepat dan mencapai hasil maksimal. Semangat saling bantu, bergantian dan tidak membebani satu sama lain inilah yang ingin kami bangun dan wariskan. Semoga kebiasaan saling mengisi dan bersatu hati ini tetap hidup terus, menjadi fondasi kerukunan dan kemajuan desa yang kokoh,β ujarnya penuh harap.
Kerja estafet tersebut juga memperlihatkan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengerjaan sasaran fisik TMMD. Warga tidak hanya membantu menyediakan tenaga, tetapi ikut terlibat langsung dalam proses pembangunan bersama personel Satgas.
Bagi masyarakat, pola kerja bersama seperti itu membuat pekerjaan terasa lebih ringan sekaligus menciptakan suasana yang akrab di lokasi pembangunan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





