Konaspi XII Soroti Tantangan AI dan Tata Kelola Guru Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini diikuti Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Krismadinata, para pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia, serta ratusan delegasi dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan nasional. (Foto: UNP/SumbarFokus.com)

BALI (SumbarFokus)

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII menyoroti tantangan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pembaruan kurikulum, hingga pembenahan tata kelola guru sebagai bagian dari transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. Pembahasan tersebut berlangsung pada hari kedua konvensi di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan ini diikuti Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Krismadinata, para pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia, serta ratusan delegasi dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan nasional.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani menekankan pentingnya kemampuan insan akademik beradaptasi dengan perkembangan AI, termasuk dalam menghadapi perubahan kreativitas dan batasan plagiarisme di lingkungan akademik.

Bacaan Lainnya

“Kita sebagai insan akademik harus adaptif, mampu mengadopsi AI secara etis, dan memanfaatkan teknologi ini untuk mengakselerasi transformasi pendidikan ke depan,” tegas Najib.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Beny Bandanadjaja menyoroti perlunya kurikulum transformatif yang inklusif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, pendidikan harus memberikan dukungan sesuai potensi dan kebutuhan setiap peserta didik.

“Inklusif bukan berarti semua peserta didik diperlakukan sama rata, melainkan memastikan setiap individu memperoleh dukungan tepat sesuai potensi dan kebutuhannya tanpa ada yang tertinggal,” jelas Beny.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait