Tidak hanya memberikan informasi, PLN UP3 Solok bersama PLN ES juga memetakan kebutuhan petani melalui kuesioner. Sejumlah persoalan yang disampaikan antara lain tingginya biaya BBM untuk genset pompa air serta kebutuhan pengendalian hama yang aktif pada malam hari.
Hasil pemetaan tersebut akan menjadi bahan bagi PLN dalam menyiapkan pengembangan layanan kelistrikan sektor pertanian, termasuk kebutuhan Pasang Baru (PB) dan Penambahan Daya (PD) untuk program Electrifying Agriculture sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan.
Selain itu, petani juga mendapat informasi mengenai pilihan paket peralatan kelistrikan dari PLN ES, termasuk skema investasi dan pencicilan. Skema tersebut diharapkan memudahkan petani mengadopsi teknologi kelistrikan sesuai kemampuan usaha.
PLN UP3 Solok Manager Hariani mengatakan pengembangan elektrifikasi pertanian akan terus diselaraskan dengan kebutuhan petani dan kondisi di lapangan. Kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Solok dan PISPI Sumbar juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan listrik produktif di sektor hortikultura.
Dengan pemanfaatan listrik untuk pompa air, pengendalian hama dan teknologi pertanian lainnya, energi listrik diharapkan tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi turut membantu menekan biaya operasional, meningkatkan produktivitas dan memperkuat usaha petani bawang merah Alahan Panjang. (000/UID-Sumbar)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





