Bukan Sekadar Angka Sertifikat: Ikhtiar Menyingkap “Lemari” Warisan Budaya Sumatera Barat

Salah satu penganan khas Kepulauan Mentawai yang telah diakui resmi sebagai WBTbI adalah Sagu Kepurut, yang masuk dalam domain Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional. (Foto: Disdikbud Kabupaten Kepulauan Mentawai/SumbarFokus.com)

Oleh SISCA OKTRI SANTI

PADANG (SumbarFokus)

Bayangkan Anda masuk ke sebuah kafe atau restoran modern. Interiornya keren, menunya dicetak apik, dan suasananya dibuat untuk anak muda. Anda membuka daftar menu, dan tidak menemukan daftar makanan korea, makanan italia, ataupun makan luar negeri lainnya. Yang tertulis justru: Subbet, Toek, Kalamai, Gulai Umbuik Batang Pisang, Lomang Tungkek Sawahlunto, Anyang Rawan, Samba Itam, Randang Bilalang, Randang Paku Dharmasraya, Pangek Pisang, dan Pongek Limbonang. Ya ampun! Menu apa itu?

Mungkin Anda akan mengeryitkan dahi. Sebagian nama bisa jadi sangat asing terdengar. Sebagian lainnya mungkin sudah pernah diketahui, tetapi belum tentu pernah dicicipi. Anda akan bertanya kepada pelayan, “Ini makanan apa?”

Bacaan Lainnya

Pertanyaan sederhana ini sesungguhnya kemudian akan membuka pintu kepada sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih dalam dari sekadar soal rasa sebuah makanan. Di dalamnya tersimpan pengetahuan, cara mengolah, kebiasaan cerita, serta nilai yang tumbuh dan diwariskan di tengah masyarakat.

Ternyata, sajian kuliner tersebut adalah salah satu wajah warisan budaya Sumatera Barat. Banyak di antaranya sudah diakui oleh negara sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Sumatera Barat — warisan kekayaan yang sarat fisolofi dan ajaran kebaikan. Berbagai kuliner tradisional dengan nama yang unik-unik dan rasa yang tak kalah asyik tersebut bahkan telah diresmikan oleh negara sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Artinya, hidangan-hidangan itu kini bukan sekadar resep dapur lokal biasa, melainkan aset peradaban resmi milik bangsa yang identitas dan kelestariannya dijamin penuh oleh negara.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait