Ketahui Cara Menghitung Siklus Menstruasi

Penjelasan cara menghitung menstruasi
Selain untuk merencanakan kehamilan, melacak siklus menstruasi penting dilakukan oleh setiap wanita yang sudah masuk masa pubertas. Gunanya adalah untuk mengetahui apakah siklus mereka normal atau tidak. (Foto: Pin/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Siklus menstruasi adalah serangkaian perubahan yang dialami tubuh wanita setiap bulan sebagai persiapan untuk kemungkinan kehamilan. Setiap bulan salah satu indung telur melepaskan sel telur yang dikenal dengan istilah ovulasi.

Bacaan Lainnya

Pada saat yang sama, perubahan hormonal mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Saat ovulasi terjadi dan sel telur tidak dibuahi, endometrium dikeluarkan dari vagina dan proses ini disebut dengan siklus menstruasi. Simak penjelasan cara menghitung menstruasi.

Cara Menghitung Siklus Menstruasi

Selain untuk merencanakan kehamilan, melacak siklus menstruasi penting dilakukan oleh setiap wanita yang sudah masuk masa pubertas. Gunanya adalah untuk mengetahui apakah siklus mereka normal atau tidak.

Sebenarnya siklus haid dimulai dari kapan? Nyatanya, setiap wanita memiliki siklus haid yang berbeda-beda. Siklus haid yang normal terjadi pada interval waktu 21-35 hari dan bisa berlangsung selama 2-7 hari. Namun, tidak semua wanita memiliki siklus yang normal.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi, seperti kondisi kesehatan, pola makan, olahraga, stres, dan berat badan. Meskipun jarang menandakan masalah serius, tetapi terkadang siklus menstruasi yang tidak teratur menandakan adanya masalah kesehatan. Yuk, kenali tanda siklus haid yang normal dan tidak berikut ini!

Durasi Siklus Haid yang Normal

Berikut beberapa tanda siklus menstruasi normal, yaitu:

Siklus menstruasi normal biasanya terjadi pada interval waktu yang sama setiap bulannya. Kondisi ini berlangsung selama 24-38 hari dengan volume darah yang keluar sekitar 30-80 ml.

Siklus dianggap tidak teratur jika lebih pendek dari 24 hari atau lebih lama dari 38 hari. Siklus menstruasimu mungkin juga tidak teratur jika panjangnya bervariasi lebih dari 20 hari dari bulan ke bulan.

Selama siklus haid, terdapat perubahan hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan perubahan pada lapisan rahim. Jika sel telur tidak dibuahi, maka lapisan rahim akan luruh dan keluar bersamaan dengan darah menstruasi.

Tanda siklus menstruasi tidak normal

Siklus menstruasi tidak normal terjadi ketika menstruasi terjadi secara tidak teratur atau tidak konsisten setiap bulannya. Sebenarnya menstruasi yang datang sedikit terlambat atau sedikit lebih cepat dari siklus, masih dianggap normal atau teratur. Namun, siklus menstruasi dianggap normal bila:

Menstruasi yang terjadi kurang dari 21 hari atau jarak waktu antara satu siklus ke siklus lainnya lebih dari 35 hari.

Tidak menstruasi selama tiga periode atau lebih berturut-turut.

Aliran menstruasi (perdarahan) yang jauh lebih berat atau lebih ringan dari biasanya.

Menstruasi yang berlangsung lebih lama dari tujuh hari.

Lamanya waktu antara siklus bervariasi lebih dari sembilan hari. Misalnya, satu siklus 28 hari, siklus berikutnya 37 hari, dan siklus berikutnya 29 hari.

Menstruasi yang datang bersamaan dengan nyeri hebat, kram, mual atau muntah.

Pendarahan atau bercak yang terjadi di antara periode, setelah menopause atau setelah berhubungan seksual.

Volume darah bisa memenuhi satu atau lebih tampon atau pembalut dalam satu jam.

Selain siklus yang tidak normal, keputihan yang terjadi pasca menstruasi juga perlu diwaspadai.

Jenis siklus menstruasi tidak normal

Beberapa jenis siklus haid yang tidak normal antara lain sebagai berikut:

  1. Menorrhagia

Kondisi ini terjadi saat darah menstruasi yang keluar berlebihan selama 7-10 hari atau lebih, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Ada beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan saat mengalami menorrhagia, seperti:

Menggunakan pembalut lebih dari satu selama satu jam.

Sering terbangun pada malam hari untuk mengganti pembalut.

Perdarahan menstruasi lebih dari satu minggu.

Mengeluarkan gumpalan darah yang besar.

Kelelahan terus menerus.

  1. Polymenorrhea

Polymenorrhea adalah kondisi ketika siklus haid terlalu pendek atau terjadi terlalu sering, yaitu kurang dari 21 hari. Siklus menstruasi yang normal berlangsung dari 24-38 hari.

Kondisi ini bisa terjadi akibat kondisi tertentu, seperti tingkat stres yang tinggi, penyakit menular seksual, hingga endometriosis. Jika tidak teratasi dengan baik, kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan.

  1. Oligomenorrhea

Oligomenorrhea adalah kondisi siklus haid terlalu panjang atau terjadi terlalu jarang, yaitu lebih dari 35 hari. Biasanya, pengidap oligomenorrhea mengalami menstruasi yang tidak dapat diprediksi.

Pengidap gangguan ini bisa saja mengalami menstruasi hanya 6-8 kali dalam setahun. Ada beberapa kondisi yang berisiko memicu oligomenorrhea, seperti:

PCOS.

Cushing’s syndrome.

Diabetes.

Gangguan makan.

  1. Amenorrhea

Amenorrhea adalah menstruasi tidak datang sama sekali. Kondisi ini dapat terjadi pada wanita yang sedang hamil, menyusui, atau menopause. Namun, bisa terjadi karena kondisi medis tertentu, seperti gangguan hormonal atau gangguan tiroid.

Itulah penjelasan cara menghitung menstruasi. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait