Cara Menuliskan Singkatan dan Akronim yang Benar Menurut PUEBI

Penjelasan cara penulisan singkatan
Penulisan singkatan menggunakan tiga huruf kecil dengan titik. Penulisan singkatan seperti ini biasanya digunakan untuk menyingkat suatu frasa atau kata misalnya yth. = yang terhormat. (Foto: Pin/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Dalam ilmu linguistik, teknik menyingkat atau memendekkan kata ini dikenal dengan sebutan singkatan dan akronim?

Bacaan Lainnya

Lalu, apa sih perbedaan antara singkatan dengan akronim? Adakah aturan-aturan tertentu yang mendasari proses penyingkatan atau pemendekan kata agar bisa disebut singkatan atau akronim? Mari simak penjelasan cara penulisan singkatan dan akronim berikut ini.

Pengertian Singkatan

Dalam kehidupan sehari-hari, pastinya sudah sering menemukan kata-kata panjang yang disingkat menjadi lebih pendek, kan? Istilah memendekkan kata yang panjang menjadi lebih singkat dan pendek ini sering disebut dengan singkatan.

Singkatan juga bisa diartikan sebagai sebuah ringkasan, yaitu beberapa kata dipendekkan menjadi satu suku kata atau lebih. Singkatan ini biasanya dipakai untuk menyingkat frasa, nama orang, sapaan, nama lembaga, gelar, jabatan, dan satuan ukuran.

Singkatan juga sering digunakan untuk menyingkat nama orang yang terlalu panjang. Contoh penulisan singkatan nama belakang yang benar misalnya Maria Geona Alenaya Gauri bisa disingkat menjadi Maria Geona A. G.

Tidak hanya nama belakang, beberapa orang juga memilih menyingkat nama depan. Namun, singkatan nama depan ini biasanya digunakan untuk menyingkat nama sapaan. Contoh singkatan nama orang misalnya R. R. Pascalina Dryas yang merupakan kepanjangan dari Raden Roro Pascalina Dryas.

Perbedaan Akronim dan Singkatan

Berdasarkan pengertian yang terdapat pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), singkatan dan akronim merupakan dua hal yang berbeda. Singkatan bisa diartikan sebagai hasil dari proses menyingkat berupa huruf atau gabungan dari beberapa huruf.

Selain itu, singkatan juga bisa diartikan juga sebagai ringkasan atau kependekan kata. Singkatan biasanya dipakai untuk menyingkat nama lembaga, nama orang, sapaan, gelar, frasa, jabatan, satuan ukuran, lambang kimia, dan lain sebagainya. Contoh penulisan singkatan seperti ITB (Institut Teknologi Bandung).

Sementara itu, akronim bisa diartikan sebagai gabungan dari beberapa huruf, suku kata, atau bagian-bagian lainnya yang dilafalkan atau ditulis sebagai sebuah kata yang wajar. Akronim ini biasanya dipakai untuk mengikat suku kata atau konsonan suatu frasa atau nama.

Ternyata singkatan dan akronim memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Salah satu perbedaan singkatan dan akronim terletak pada penulisannya. Singkatan ditulis dengan menggunakan huruf depan dari tiap kata, contohnya UI (Universitas Indonesia) dan SIM (Surat Izin Mengemudi).

Berbeda dengan itu, akronim ditulis dengan menggunakan suku kata dari tiap kata, contohnya Dufan (Dunia Fantasi) dan Osis (Organisasi Siswa).

Penulisan akronim dan penulisan singkatan yang benar sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) sudah diatur secara resmi sejak 2016. Nggak cuma mengatur singkatan dan akronim, EYD juga mengatur penulisan ejaan lainnya, seperti huruf kapital dan huruf miring. Kamu bisa menyimak penjelasan huruf kapital dan huruf miring dalam artikel Pijar Belajar sebelumnya.

Selain EYD, kamu juga bisa menggunakan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI) untuk pedoman penulisan kalimat, misalnya kalimat aktif pasif. Penjelasan mengenai kalimat aktif dan kalimat pasif bisa kamu simak dalam artikel Pijar Belajar sebelumnya, ya. Coba simak, yuk!

Penulisan Singkatan yang Benar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penulisan singkatan nama orang, jabatan, gelar, dan lain sebagainya memang harus dilakukan dengan benar sesuai EYD. Berikut contoh-contoh penulisan nama singkatan yang benar.

Penulisan Singkatan Huruf Kapital dengan Tanda Titik

Salah satu penulisan singkatan yang benar yaitu menggunakan titik pada setiap hurufnya. Penggunaan titik pada singkatan nama bisa diterapkan pada nama orang, sapaan, gelar, pangkat, atau jabatan.

Contoh singkatan huruf kapital menggunakan titik, misalnya K. H. = Kyai Haji, S. S. = Sarjana Sastra, R. A. = Raden Ajeng, S. S. = Sarjana Sastra, dan lain-lain.

Penulisan Singkatan Huruf Kapital Tanpa Titik

Selain menggunakan titik, penulisan singkatan nama lembaga, organisasi, atau badan tertentu juga bisa ditulis tanpa titik menggunakan huruf kapital semua. Contoh penulisan singkatan huruf kapital tanpa titik misalnya PMI yang merupakan kepanjangan Palang Merah Indonesia.

Selain lembaga atau organisasi, singkatan huruf kapital tanpa titik juga bisa digunakan untuk menyingkat dokumen. Contoh singkatan nama dokumen misalnya KTP = Kartu Tanda Penduduk, NPWP = Nomor Pokok Wajib Pajak, dan lain-lain.

Penulisan Singkatan Tiga Huruf dengan Titik

Penulisan singkatan selanjutnya yaitu menggunakan tiga huruf kecil dengan titik. Penulisan singkatan seperti ini biasanya digunakan untuk menyingkat suatu frasa atau kata misalnya yth. = yang terhormat, dll. = dan lain-lain, ttd. = tertanda tangan, dan masih banyak lagi.

Penulisan Singkatan untuk Surat-Menyurat

penjelasan cara penulisan singkatan selanjutnya adalah untuk surat-menyurat. Pada kegiatan surat-menyurat, penulisan singkatan menggunakan tanda titik di setiap unsur hurufnya.

Contoh penulisan singkatan untuk surat-menyurat misalnya s.d. = sampai dengan, a.n. = atas nama, u.p. = untuk perhatian, dan lain sebagainya.

Penulisan Singkatan untuk Satuan Ukuran dan Lambang Kimia

Sobat Pijar pasti sudah sering menemukan singkatan untuk satuan ukuran dan lambang kimia kan? Singkatan untuk satuan ukur, takaran, mata uang, atau lambang kimia bisa ditulis tanpa diikuti tanda titik misalnya km = kilometer, kg = kilogram, F = Fahrenheit, K = kalium, dan lain-lain.

Penulisan Akronim yang Benar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, singkatan dan akronim memang cukup berbeda. Akronim umumnya ditulis menggunakan suku kata dari tiap kata. Selain itu, akronim juga tidak ditulis menggunakan tanda titik sebagai pemisah. Berikut beberapa penggunaan atau penulisan akronim yang benar berdasarkan EYD.

Penulisan Akronim Huruf Depan Kapital

Akronim juga bisa ditulis menggunakan huruf kapital yang ada di awal kata dan menjadi gabungan dari beberapa huruf atau suku kata. Biasanya penulisan akronim dengan huruf depan kapital digunakan untuk nama lembaga atau nama daerah.

Contoh penulisan akronim huruf depan kapital adalah Jateng = Jawa Tengah, Suramadu = Surabaya Madura, Bulog = Badan Urusan Logistik, dan lain-lain.

Penulisan Akronim Huruf Kecil

Akronim juga bisa ditulis menggunakan huruf kecil yang merupakan gabungan dari huruf awal atau suku kata. Cara penulisan akronim ini tidak berlaku untuk nama diri, contohnya pemilu = pemilihan umum, tukin = tunjangan kinerja, sidak = inspeksi mendadak, dan lain-lain.

Itulah penjelasan cara penulisan singkatan dan akronim. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait