“Dukungan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya petani terdampak, agar bisa kembali menjalankan kegiatan pertaniannya,” jelasnya.
Heri menyebutkan, satu unit handtraktor atau traktor roda dua diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp30 juta. Dengan demikian, total lima unit alsintan yang disalurkan kepada kelompok tani tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta.
“Ini sebagai bentuk upaya pemerintah memberikan bantuan terbaik bagi masyarakat,” ulasnya.
Dia berharap, bantuan yang telah disalurkan tidak hanya digunakan untuk kepentingan jangka pendek, tetapi juga dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kelompok penerima.
Menurutnya, kelompok tani penerima memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat alsintan agar tetap dalam kondisi baik sehingga dapat digunakan dalam kegiatan pertanian.
“Kami meminta agar kelompok penerima dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, secara maksimal, serta menjaga bersama-sama dan mengatur pemanfaatannya,” ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya pengelolaan secara bersama oleh kelompok tani. Dengan pengaturan pemanfaatan yang baik, keberadaan satu unit handtraktor diharapkan dapat memberikan manfaat kepada lebih banyak anggota kelompok.
Pengelolaan yang baik juga diperlukan agar bantuan yang diberikan pemerintah dapat digunakan secara optimal dan memiliki manfaat dalam jangka panjang.
Diutarakan, bagi petani yang terdampak bencana, dukungan terhadap sarana produksi menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemulihan. Bencana hidrometeorologi dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





