AGAM (SumbarFokus)
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung pembangunan saluran irigasi pertanian di sejumlah wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi salah satu langkah pemulihan sektor pertanian agar masyarakat dapat kembali mengelola lahan secara optimal.
Dana yang bersumber dari transfer ke daerah (TKD) itu digunakan untuk mendukung pembangunan saluran irigasi yang diperkirakan mampu menunjang kebutuhan pengairan lahan pertanian seluas 543 hektare.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Agam Heri Prasetyo Wibowo mengatakan, penyediaan infrastruktur pengairan menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan aktivitas pertanian masyarakat yang sempat terdampak bencana.
“Pembangunan irigasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mendorong pemulihan aktivitas pertanian masyarakat pascabencana,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Agam memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan usaha tani.
Dalam kondisi pascabencana, ketersediaan sarana pendukung pertanian menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian agar proses pemulihan dapat berlangsung secara bertahap.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah kelancaran pengairan lahan. Pasokan air yang tidak memadai dapat menghambat kegiatan budidaya, sehingga diperlukan upaya untuk mendukung tersedianya infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan petani di masing-masing wilayah.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





