PADANG (SumbarFokus)
Revitalisasi kawasan Kota Tua Padang mulai berjalan, membuka kembali perhatian terhadap kawasan Pondok dan Muaro yang pernah menjadi pusat perdagangan penting di Pantai Barat Sumatra. Penataan kawasan bersejarah ini diharapkan menghidupkan kembali wajah lama kota sekaligus memperkuat daya tarik kawasan yang menyimpan jejak aktivitas ekonomi sejak masa kolonial.
Wartawan senior sekaligus Pemimpin Redaksi Harian Singgalang, Khairul Jasmi, mengulas sejarah kawasan tersebut sekaligus perkembangan revitalisasinya.
Khairul mengungkapkan, gagasan revitalisasi Kota Tua Padang sebenarnya telah muncul sejak dirinya masih menjadi reporter. Namun, rencana tersebut membutuhkan waktu panjang sebelum akhirnya mulai diwujudkan.
“Waktu saya masih reporter rencana revitalisasi kota tua sudah disampaikan. Tapi, Padang yang makin berumur rencana tak juga jadi kenyataan,” ungkap Khairul.
Kawasan Pondok pada masa lalu dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan. Toko, gudang, kantor, dan berbagai usaha tumbuh di kawasan tersebut, terhubung dengan aktivitas pelabuhan serta jalur transportasi yang mendukung perdagangan di Padang dan wilayah sekitarnya.
Jejak aktivitas itu dapat ditemukan dalam arsip surat kabar Sumatra-Courant edisi 15 September 1899. Salah satu iklan yang dimuat berasal dari Chatelin & Co., yang menawarkan obat berbahan kina untuk malaria dan demam. Sementara itu, C. Wattiez mempromosikan jasa penjilidan buku dengan menonjolkan kualitas pekerjaan dan harga yang terjangkau.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





