Beragam proyek tersebut menunjukkan bahwa penataan kota membutuhkan pekerjaan fisik yang berjalan seiring dengan pemeliharaan dan pengelolaan kawasan. Infrastruktur yang telah diperbaiki perlu dijaga agar tetap tertata dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Bagi Kota Padang, revitalisasi Kota Tua bukan sekadar memperbaiki jalan atau mempercantik bangunan. Upaya ini juga berkaitan dengan bagaimana sejarah kota dipertahankan dan diperkenalkan kembali kepada masyarakat. Jejak perdagangan, usaha, dan kehidupan pers di kawasan Pondok menjadi bagian dari identitas Padang yang perlu dirawat di tengah perkembangan kota.
Khairul menutup refleksinya dengan mengingatkan bahwa Padang memiliki perjalanan panjang dan terus berubah menghadapi tantangan zaman. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





