Zigo meminta agar pelaksanaan pekerjaan nantinya tidak terganggu oleh kepentingan pihak tertentu. Menurutnya, kepentingan masyarakat yang membutuhkan penanganan banjir harus menjadi prioritas.
“Jangan sampai gara-gara satu atau dua oknum, masyarakat yang lebih banyak justru dirugikan. Kalau proyek ini sudah berjalan, masyarakat lokal tentu akan dilibatkan sesuai kebutuhan pekerjaan. Tetapi jangan sampai gangguan seperti saat penanganan darurat kembali terjadi dan menghambat pembangunan,” tegasnya.
Sebelum meninjau Gunung Nago, Zigo bersama rombongan mengunjungi lokasi rencana pembangunan Jembatan Kalawi di Limau Manis. Dia mengatakan pembangunan jembatan baru tersebut telah masuk dalam DIPA Tahun Anggaran 2027.
“Kami mengecek langsung kebutuhan penambahan lahan. Alhamdulillah, masyarakat secara sukarela bersedia menghibahkan tanahnya sehingga proses pembangunan Jembatan Kalawi bisa berjalan lebih lancar,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, Zigo menerima aspirasi warga mengenai kualitas air yang disebut mengandung kadar besi tinggi. Dia meminta kebutuhan masyarakat didata melalui pemerintah kelurahan dan kecamatan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Padang.
“Nanti akan dilakukan pendataan melalui kelurahan dan kecamatan, kemudian diproses di Pemerintah Kota. Sebagian bisa ditindaklanjuti melalui dinas terkait atau BPBD, dan jika diperlukan kami akan mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Peninjauan turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Iqra Chissa, perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, anggota DPRD Kota Padang Fraksi Golkar serta masyarakat Limau Manis. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





