Wako Hendri Septa Kembali Bahagiakan Keluarga Kurang Mampu melalui Program SEMATA Jilid 3

Padang
Wali Kota Hendri Septa mengunjungi keluarga Yasril Nafutra (58) dan Asnida Warni (55) yang berdomisili di Jl. Jati III No.2, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Minggu (26/3/2023) sore. (Foto: Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Pada Ramadan 1444 H/2023, Wali Kota Padang Hendri Septa kembali menggulirkan program Semalam di Rumah Dinas Wali Kota (SEMATA).

Bacaan Lainnya

Program sosial yang memasuki jilid ketiga di masa kepemimpinan Wali Kota Hendri Septa itu pun diawali dengan mengunjungi keluarga Yasril Nafutra (58) dan Asnida Warni (55) yang berdomisili di Jl. Jati III No.2, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Minggu (26/3/2023) sore.

Kedatangan sang Wako pun disambut senang bercampur haru di wajah mereka. Pasalnya, mereka pun akan dibawa ke Rumah Dinas Wali Kota untuk berbuka puasa bersama Wali Kota lalu bermalam sehari di sana hingga sahur bareng dengan pemimpin Kota Padang dan keluarga.

Sebelum menuju rumah dinas Yasril dan Asnida bersama dua orang putrinya dibawa berbelanja pakaian Lebaran ke salah satu pusat perbelanjaan di Kota Padang.

Tak hanya itu, seperti diketahui rumah yang kini didiami keluarga Yasril Nafutra tersebut juga akan dibedah menjadi ‘rancak’ melalui dukungan Baznas Kota Padang.

“Alhamdulillah, program Semalam di Palanta yang rutin kita lakukan selama Ramadan kali ini memasuki jilid ketiga di masa kepemimpinan saya. Untuk Ramadan tahun ini kita akan menyasar sebanyak 11 keluarga dari 11 kecamatan se-Kota Padang,” ungkap Wali Kota di sela penjemputan.

Dalam kesempatan tersebut hadir Sekda Kota Padang Andree Algamar bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Hasymi serta sejumlah pimpinan OPD, Camat Padang Timur Siska Meilani bersama Lurah se-Kecamatan Padang Timur.

Juga terlihat Ketua Baznas Kota Padang Yuspardi bersama para Wakil Ketua dan jajaran serta Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Genny Hendri Septa.

Melalui program ini, orang nomor satu di Kota Padang mengungkapkan selain membangun kepedulian sosial, juga menjadikan para keluarga kurang mampu tersebut sebagai tamu kehormatan Wali Kota Padang.

“Alhamdulillah, kita dari jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Padang ingin melakukan sesuatu yang luar biasa setiap bulan Ramadan. Salah satunya dengan memberikan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga yang kurang mampu di kota yang kita cintai ini. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan kaum dhuafa atau orang miskin adalah orang-orang yang sangat dicintai Rasulullah SAW,” paparnya.

“Sebab, jika kita tak peduli, tidak berempati dan tidak memuliakan saudara-saudara kita tersebut, maka kita harus malu mengaku cinta Rasulullah. Karena mencintai orang miskin termasuk salah satu dalam wasiat Nabi Muhammad SAW kepada sahabatnya Abu Dzar Al Ghifari,” ulasnya.

Lebih lanjut pemimpin religius itu juga mengaku dengan mengajak rakyatnya bermalam di rumah dinasnya sendiri sekaligus membantu bedah rumahnya adalah perbuatan mulia yang merupakan sebuah keharusan bagi pemerintah. Pasalnya, rumah dinas yang ia diami beserta keluarga saat ini adalah rumah rakyat, bukan miliknya pribadi.

“Hal ini kita lakukan sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan pada masyarakat. Meski belum semua warga bisa disentuh dalam program ini semoga Ramadan selanjutnya bisa kita wujudkan. Kita juga berharap kegiatan SEMATA ini mampu mengetuk banyak pintu hati lainnya untuk bisa saling peduli pada warga dhuafa atau kurang mampu di kota ini,” ungkap Hendri Septa.

Sementara itu pada saat dijemput Wali Kota Hendri Septa dan jajaran Yasril Nafutra bersama sang istri Asnida Warni mengaku sangat senang mendapatkan bantuan program SEMATA oleh Bapak Wali Kota Padang Hendri Septa.

Ia pun tak mampu mengungkapkan kata-kata selain bersyukur kepada Allah SWT.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga berterima kasih sekali kepada Pak Wali dan bapak ibu semua yang membantu kami,” tuturnya dengan mata berbinar.

Ketika ditanyai seputar kondisi dan aktivitasnya sehari-hari, pasangan yang memiliki tiga orang anak itu menyebut hanya hidup pas-pasan bahkan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya sangat susah.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sang istri bersama suami banting tulang kerja dari pagi sampai malam membuat kue kipang untuk dijual ke kedai-kedai atau mini market.

“Kami sekeluarga sangat bersyukur telah dibantu dan rumah kami juga akan dibedah menjadi lebih baik dan layak huni. Semoga bapak ibu diberikan pahala yang besar oleh Allah SWT,” imbuhnya dengan nada haru. (000/ril).

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait