Bupati Sabar AS Buka Raker Bamus Nagari se-Kabupaten Pasaman

Bupati Sabar AS membuka Raker Bamus Nagari se-Kabupaten Pasaman. (Foto: Pemkab Pasaman/SumbarFokus.com)

PASAMAN (SumbarFokus)

Rapat kerja (Raker) Bamus Nagari se-Kabupaten Pasaman untuk Penyusunan Rancangan Produk Hukum Nagari secara Resmi di buka Bupati Sabar AS, di Padang, Sabtu (1/5/2024). Dalam kesempatan itu juga, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi Badan Musyawarah Nagari (Bamus) Nagari se-Kabupaten Pasaman.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kapasitas Bamus Nagari dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai badan musyawarah di nagari.

Bupati Sabar AS, Dalam sambutannya menyebutkan, dia sangat mengapresiasi kinerja Bamus, yang mempunyai peran yang cukup besar dalam pemerintahan nagari

Bamus dituntut untuk memahami pokok-pokok kebijakan karena bamus nagari harus menciptakan hubungan kerja yang harmonis dengan pemerintah nagari dan lembaga nagari lainnya.

Di samping itu, Bamus nagari merupakan wadah penyaluran aspirasi masyarakat. Bamus nagari harus mampu menganalisis dan merumuskan aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada wali nagari, dalam rangka mewujudkan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang baik untuk kemajuan bersama dalam mensukseskan pembangunan nagari.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa anggota Badan Musyawarah (Bamus) adalah badan legislatif kecil yang peranannya sama dengan anggota dewan. Ini dalam artian, mereka melakukan pengawasan terhadap segala kegiatan pemerintahan nagari. Regulasi tersebut sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor: 06 Tahun 2014 Tentang Desa.

“Jangan sampai seorang anggota Bamus kurang memahami tupoksinya, sehingga wali nagari tidak sejalan dengan anggota Bamus itu sendiri dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” tambahnya.

Bupati juga mengatakan, permasalahan kasus penyakit masyarakat (Pekat) di tingkat nagari tidak terlepas dari tanggung jawab Bamus, dikarenakan kurangnya koordinasi dengan para tokoh masyarakat setempat.

“Banyak dari kalangan anak dan kemenakan kita los kontrol dala ni pergaulan, seperti merambahnya penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan gaya hidup yang saat ini sudah tidak mencerminkan seorang yang tidak terpelajar katanya,” sebut Bupati.

Terkait dengan adanya beberapa program bantuan pemerintah, sebutnya, diminta kepada Bamus nagari bisa mengawal pendistribusian bantuan tersebut, mengingat masih ada ditemui penerima bantuan tidak tepat sasaran.

Bamus nagari bisa menegur wali nagari yang masih saja memanfaatkan jabatannya dalam menentukan penerima bantuan dari pemerintah.

Untuk kegiatan tersebut, narasumber berasal dari Dinas DPM Pasaman, di antaranya Kepala Dinas Hasrizal, Kabid DPM bagian pemerintahan nagari Rusdan, Unit Pelaksana Teknis, Kepala Inspektorat Amdarisman, dan mewakili Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman. (016)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait