Dinilai Efektif dan Menguntungkan, 99 Pelanggan Pabrik Sawit di Pessel Beralih Total ke Listrik PLN

Pabrik PT Muara Sawit Lestari dan PT Kemilau Permata Sawit telah resmi menjadi pelanggan PLN dengan daya masing-masing 197 kVA. (Foto: Ist.)

PESISIR SELATAN (SumbarFokus)

Bukan satu atau dua, total 99 bangunan milik PT Muara Sawit Lestari dan PT Kemilau Permata Sawit berbondong-bondong beralih dari pembangkit mandiri ke listrik PLN. Pabrik PT Muara Sawit Lestari dan PT Kemilau Permata Sawit telah resmi menjadi pelanggan PLN dengan daya masing-masing 197 kVA. Sementara 97 bangunan lainnya adalah kawasan perumahan pegawai yang dialiri dengan daya 900 VA.

Bacaan Lainnya

PT Muara Sawit Lestari dan PT Kemilau Permata Sawit yang berlokasi di Lunang Silaut Kabupaten Pesisir Selatan ini merupakan pabrik pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit.

Heri Juliansyah, Pimpinan PT Kemilau Permata Sawit, menyampaikan, sebelumnya lokasi pabriknya menggunakan genset berkapasitas 1,5 MW untuk penerangan dan operasional kantor dan beralih ke listrik PLN adalah pilihan yang dianggap tepat.

‘’Selain lebih efisien dibandingkan penggunaan solar, energi listrik juga lebih mudah didapatkan dan digunakan. Kini kami tidak perlu lagi menghidupkan genset secara rutin, cukup stand by sebagai penerangan cadangan. Bebas dari kegiatan isi ulang solar genset dan bebas biaya perawatan. Listrik sudah dialiri langsung dari jaringan PLN,’’ lanjut Heri.

Pemakaian listrik lebih efisien dibandingnya penggunaan BBM karena Tarif Tenaga Listrik (TTL) cenderung lebih murah dibandingkan harga BBM. Disampaikan Yusuf Hadiyanto, TTL pelanggan industri daya 197 kVA adalah Rp1035,78/kwh sementara untuk pelanggan rumah tangga Rp1352/kwh sampai Rp1444,70/kwh. 1,5 kwh listrik rata-rata sebanding dengan 1 liter BBM.

‘’Jadi jika harga solar industri kita anggap Rp20.000, dibandingkan dengan Rp/kwh listrik itu berlipat-lipat kali lebih murah,’’ tegasnya.

Yusuf menambahkan, beralih ke listrik PLN atau captive power, membantu pelaku industri dapat lebih fokus pada produksi karena tidak lagi mengurusi operasional pembangkit.

‘’Captive power menguntungkan pelanggan karena selain efisien dan efektif juga minim polusi udara, minim polusi suara, dan higienis. Jadi mari percayakan listrik Bapak/Ibu kepada PLN. Bapak/Ibu urusi industrinya, kami mengurusi listriknya,’’ sebutnya.

Captive Power adalah program peralihan pelanggan pengguna pembangkit listrik mandiri ke listrik PLN. Captive Power menjadi komitmen PLN untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat, terutama pelaku usaha atau industri, dengan pasokan listrik andal dan berkualitas. Disampaikan Yusuf, hingga April 2023, kondisi sistem kelistrikan di Sumbar surplus sebesar 198,82 MW dan daya surplus ini siap mendukung pertumbuhan industri dalam jumlah besar. (000/UID-Sumbar)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait