Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab, dan Proses Terjadinya

Pengertian Efek Rumah Kaca
Ilustrasi. (Canva/Foto: Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Efek rumah kaca atau yang dikenal juga dengan istilah green house effect memiliki peranan penting dalam melindungi kelangsungan hidup organisme di muka bumi. Berikut pengertian, proses terjadi, hingga usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek rumah kaca.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari jurnal Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, efek rumah kaca disebut sebagai pelindung karena gas karbondioksida, metana, uap air, dalam konsentrasi seimbang berperan menahan energi sinar matahari yang memancarkan cahaya ke bumi. Hal inilah yang menyebabkan permukaan bumi selalu dalam kondisi hangat.

Pengertian Efek Rumah Kaca

Dilansir dari Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, jika diuraikan satu persatu, efek merupakan suatu resiko yang memiliki nilai positif dan negatif setelah melakukan suatu hal. Sedangkan rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi oleh gelas kaca.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa efek rumah kaca merupakan proses masuknya radiasi matahari dalam atmosfer yang diakibatkan oleh gas rumah kaca. Gas ini kemudian menimbulkan efek berupa peningkatan suhu permukaan bumi.

Pada proporsi tertentu, efek rumah kaca berperan memberikan kesempatan kehidupan bagi semua makhluk hidup di bumi ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa efek rumah kaca bukanlah hal yang buruk, melainkan memberikan manfaat bagi kehidupan.

Panas matahari masuk ke dalam bumi dengan cara menembus gelas-gelas kaca tersebut. Panas matahari dipancarkan melalui radiasi gelombang pendek. Selain itu, sebagian dari radiasi tersebut juga akan diserap oleh bumi dan sisanya akan dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang.

Penyebab Terjadinya Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara, dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Kendati demikian, sebagian besar infra merah yang dipancarkan oleh bumi akan ditahan oleh awan, gas CO2, dan gas lainnya untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal efek rumah kaca memerlukan adanya perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi.

Selain gas CO2, sulfur dioksida, nitrogen monoksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan kloro fluoro karbon (CFC) juga dapat menimbulkan efek rumah kaca.

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

Proses terjadinya efek rumah kaca berkaitan dengan daur aliran panas matahari. Jumlah radiasi matahari kurang lebih mencapai 30% ke atas tanah dan dipantulkan kembali ke angkasa.

Setelah kembali ke angkasa radiasi tersebut akan diserap oleh uap, gas karbon dioksida, nitrogen, oksigen, dan gas-gas lain di atmosfer. Di sisi lain, 70% radiasi matahari lainnya diserap oleh tanah, laut, dan awan.

Pada malam hari, tanah dan badan air relatif lebih hangat dibandingkan dengan udara di atasnya. Energi yang diserap selanjutnya diradiasikan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah gelombang panjang atau radiasi energi panas.

Sebagian besar radiasi inframerah ini akan tertahan oleh karbondioksida dan uap air di atmosfer. Kendati demikian, terdapat pula radiasi inframerah yang akan lepas ke luar angkasa.

Kedua peristiwa ini mengakibatkan permukaan bumi berubah menjadi hangat karena adanya molekul uap air, karbon dioksida, dan semacamnya. Sehingga, efek dari penghangatan ini dikenal sebagai efek rumah kaca.

Itulah penjelasan pengertian efek rumah kaca serta penyebab dan proses terjadinya. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait