“Konten harus memiliki tujuan yang jelas. Selain memperkenalkan produk, konten juga perlu membangun hubungan dan kepercayaan dengan calon konsumen,” kata Arizi.
Dalam pelatihan tersebut, Arizi memperkenalkan sejumlah pemanfaatan AI untuk mempercepat produksi konten pemasaran. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mencari ide, menyusun konsep promosi, membuat naskah, merancang kalender konten, hingga menyesuaikan pesan pemasaran dengan karakter target konsumen.
Namun, penggunaan AI tetap perlu diiringi pemahaman terhadap karakter produk dan kebutuhan pelanggan. Hasil yang diberikan teknologi harus diolah kembali agar tetap akurat, memiliki sentuhan personal, serta sesuai dengan identitas merek.
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta mendapatkan materi mengenai strategi digital marketing, penguatan branding, optimalisasi media sosial, serta pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten promosi.
Tidak berhenti pada materi, peserta juga mengikuti praktik penjualan langsung melalui platform e-commerce, khususnya TikTok Live. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai perilaku konsumen di era digital sebagai dasar dalam menentukan strategi penjualan.
Salah seorang peserta yang menjalankan usaha kuliner mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan dalam mengembangkan usahanya.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang cara memanfaatkan AI untuk membuat konten promosi dengan lebih cepat dan menarik. Kami juga menjadi lebih percaya diri untuk mulai berjualan melalui TikTok Live dan platform digital lainnya,” ujarnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





