Jenis-Jenis Kayu Jati

Jenis-Jenis Kayu Jati
Ilustrasi. (Foto: Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Membahas soal kayu jati, kebanyakan orang akan berpikir kalau semua kayu jati itu sama. Padahal, meski namanya sama-sama kayu jati, kayu ini terdiri dari berbagai jenis dengan kualitas yang berbeda-beda. Jadi, ada berapa jenis kayu jati yang perlu kita ketahui, dan apa perbedaannya? Simak penjelasan mengenai jenis-jenis kayu jati berikut ini.

Bacaan Lainnya
  1. Kayu Jati Perhutani

Kayu jati berasal dari pohon jati, biasanya tumbuh dengan sendirinya. Namun tidak semuanya seperti itu, setidaknya di Indonesia. Di negara kita, banyak pohon jati dikelola oleh Dinas Perhutanan agar keberadaannya tidak terancam seperti jenis pohon lainnya.

Bukan hanya menanam, pohon jati yang dimiliki oleh Dinan Perhutanan juga dirawat dengan baik. Nah, karena diperhatikan dengan baik, tidak heran kalau jenis kayu jati dari Dinas Perhutanan atau yang sering disebut TPK memiliki kualitas yang sangat istimewa.

Kayu jati perhutani biasanya memiliki ciri seperti serat yang lebih padat, kuat, dan ukuran kayunya yang cukup besar dibandingkan dengan jenis jati lainnya. Hal ini karena pihak Dinas Perhutanan membiarkan pohon jati tumbuh selama puluhan tahun. Bukan hanya itu, ketika akan menebang pun, mereka akan lebih dulu memilih mana kayu jati yang sudah cukup umur dan memiliki kualitas terbaik.

  1. Kayu Jati Emas

Selain kayu jati perhutanan atau TPK yang dikelola oleh pemerintah, pohon jati juga dikelola oleh masyarakat. Salah satu alasannya, karena kayu jati memiliki harga yang mahal dipasaran. Kayu jati yang dikelola oleh masyarakat atau individu tertentu dikenal sebagai kayu jati emas.

Kayu jati emas yang berasal dari pohon jati yang dikelola oleh masyarakat biasanya didapatkan dari pohon yang berusia 7 tahun atau lebih tua. Namun, karena usia dan perawatannya tidak setelaten Dinas Perhutanan, maka kualitas kayu jati emas ini tentu tidak akan sebagus jenis kayu jati perhutanan.

Kayu jati jenis ini biasanya memiliki ciri seperti pori-pori kayu yang lebih besar dan banyak, warnanya lebih gelap, dengan harga yang lebih murah. Meski kualitasnya sedikit dibawah standar pemerintah, tetapi kayu jati jenis ini juga memiliki beberapa kelebihan seperti mudah dibentuk dengan kayu yang cukup kokoh sehingga bagus digunakan untuk membuat furnitur.

  1. Kayu Jati Rakyat

Setelah jati yang dikelola oleh dinas atau individu, ada satu jenis jati lagi yang perlu Anda ketahui, namanya jati rakyat. Dibandingkan dengan jati perhutani dan jati emas, jenis kayu jati yang satu ini merupakan jati dengan kualitas paling rendah. Salah satu alasannya karena batangnya yang bengkok dan warnanya yang pucat sehingga tidak terlihat menarik, bahkan setelah dibuat furnitur.

Menariknya, meski dalam urusan kualitasnya, kayu jati rakyat kurang bagus, namun kayu satu ini memiliki pori-pori yang lebih padat ketimbang kayu jati emas. Alasannya tentu saja karena umur kayu yang jauh lebih tua saat ditebang.

Tidak seperti kayu jati emas yang didapat dari pohon jati berusia 6 tahun ke atas, rata-rata kayu jati rakyat berasal dari pohon jati yang berusia 15 tahun ke atas.

Sayangnya, meski pori-pori jati rakyat lebih emas, dan usianya lebih tua, tetapi karena kualitasnya berada di bawah dua jenis jati lainnya, maka peminatnya juga jarang, sehingga harganya jauh lebih murah.

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis kayu jati. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait