Ketahui Alasan Megapa 1 Juni Diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila

1 Juni Hari Lahir Pancasila
Ilustrasi. (Foto: Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Alasan 1 Juni Hari Lahir Pancasila

Bacaan Lainnya
KPU Provinsi Sumatera Barat

Berdasarkan perspektif sejarah, penetapan Hari Lahir Pancasila bisa ditelusuri dari kekalahan Jepang saat Perang Pasifik. Seperti disebutkan dalam laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, peristiwa ini terjadi pada Juli 1944.

Jepang yang kalah kemudian berusaha mendapatkan hati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan. Jepang pun membentuk suatu lembaga bernama Dokuritsu Junbi Cosakai untuk mempersiapkan kemerdekaan tersebut.

Dokuritsu Junbi Cosakai memiliki nama lain Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Total anggota BPUPKI yang tercatat adalah 67 orang. Organisasi tersebut diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat dan R Suroso. Sementara, dari pihak Jepang diwakili oleh Ichi Bangase.

Sidang pertama BPUPKI diselenggarakan pada 29 Mei 1945 di Gedung Chuo Sangi In yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila. Pada zaman Belanda, gedung tersebut adalah Gedung Volksraad atau Gedung Perwakilan Rakyat.

Pada momen itu, para anggota sidang BPUPKI membahas tentang tema dasar negara. Pada waktu itu, sidang berlangsung hampir lima hari sampai tanggal 1 Juni 1945.

Pada sidang yang berlangsung tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengajukan dasar negara berupa Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.

Kemudian pada 1 Juni 1945, Sukarno mengajukan gagasan dasar negara yang disebut sebagai Pancasila. Pada waktu itulah hari lahirnya Pancasila.

Lima Sila Gagasan Sukarno

Sebagaimana diketahui, panca berarti lima. Sementara, sila berarti prinsip atau asas.

Sukarno menyampaikan lima dasar negara bangsa Indonesia yang terdiri dari sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan Sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Guna menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat UUD yang didasari kelima asas tersebut, maka BPUPKI membentuk Panitia Sembilan.

Panitia Sembilan beranggotakan Sukarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokrosoejoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Achmad Soebardjo, Mr. AA Maramis, dan Abdul Kahar Muzakir.

Pada 22 Juni 1945, Pancasila dirumuskan ke dalam Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Hanya saja rumusan pada sila pertama menuai kritik dari berbagai pihak karena dipandang memihak salah satu golongan.

Beberapa tokoh perwakilan dari Indonesia Timur menyatakan keberatan dengan sila pertama dalam rumusan tersebut. Hal itulah yang menjadi salah satu latar belakang perubahan rumusan sila pertama menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Dasar negara tersebut kemudian berhasil disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945, tepat sehari setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan. Pancasila pun disetujui dalam Mukadimah UUD 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.

Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila diresmikan pada 2016. Presiden Jokowi menyampaikannya dalam peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka, Bandung.

Itulah penjelasan mengenai alasan 1 Juni hari lahir Pancasila. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

 

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait