Pakar Unand Ungkap Penyebab Banjir Berulang di Padang, dari Lereng Curam hingga Sedimen Sungai

Pakar ilmu tanah Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Ir. Dian Fiantis, M.Sc., menjelaskan bahwa banjir di Padang perlu dikaji melalui pendekatan daerah aliran sungai (DAS) secara menyeluruh. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Untuk memahami kondisi geografis Kota Padang, Dian menggunakan data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). Data tersebut digunakan untuk menganalisis elevasi, kemiringan lereng, lembah, dan jalur aliran air yang memengaruhi pergerakan air dari kawasan pegunungan menuju permukiman.

Hasil analisis dengan resolusi 30 meter menunjukkan sekitar 48,84 persen wilayah daratan valid dalam cakupan data memiliki kemiringan lebih dari 15 derajat. Pada zona elevasi 500–1.000 meter, sekitar 78,66 persen wilayahnya memiliki kemiringan lereng di atas 15 derajat.

Kondisi lereng yang curam berpotensi mempercepat aliran air menuju lembah ketika hujan lebat. Meski demikian, besarnya limpasan juga dipengaruhi intensitas hujan, kemampuan tanah menyerap air, tutupan vegetasi, serta tingkat kelembapan tanah sebelum hujan terjadi.

Sebaliknya, kawasan permukiman yang relatif landai tetap dapat menghadapi risiko banjir karena menerima aliran dari wilayah yang lebih tinggi. Analisis Dian menunjukkan Perumahan Lumin Park berada pada elevasi sekitar 36,1 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan lereng 0,62 derajat. Sementara itu, Kampung Guo berada pada elevasi sekitar 22,7 meter dengan kemiringan 1,17 derajat.

Bacaan Lainnya

Lumin Park berkaitan dengan sistem Batang Lubuk Minturun dan Batang Aia Dingin, sedangkan Kampung Guo terhubung dengan sistem sungai di kawasan Kuranji. Perbedaan jaringan sungai dan daerah tangkapan air tersebut penting diperhitungkan agar penanganan banjir tidak disamaratakan.

Pengamatan di Lumin Park juga menunjukkan air banjir masuk dari arah timur melalui kawasan sungai di belakang permukiman. Temuan ini mengindikasikan luapan sungai berperan dalam kejadian tersebut.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait