Karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan hubungan antara kondisi lingkungan di hulu dan kejadian banjir di kawasan permukiman. Kajian tersebut perlu mencakup perubahan tutupan lahan, karakteristik tanah, curah hujan, serta pergerakan sedimen.
Dian mendorong pengelolaan DAS secara menyeluruh untuk mengurangi risiko banjir. Langkah yang perlu diperhatikan meliputi pemeriksaan kapasitas sungai, kestabilan tebing, kondisi jembatan, serta titik pertemuan anak sungai yang dapat memengaruhi aliran ketika debit meningkat.
Di kawasan hulu, perlindungan vegetasi dan pengendalian aktivitas pada lereng yang rentan perlu diperkuat. Sementara itu, penataan ruang di kawasan hilir perlu mempertimbangkan karakteristik dataran banjir agar pembangunan tidak mengabaikan potensi genangan dan luapan sungai.
Penguatan sistem peringatan dini juga menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak bencana. Sistem yang memanfaatkan informasi curah hujan dan tinggi muka air sungai dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sebelum kondisi berkembang menjadi berbahaya.
Integrasi data DEMNAS, curah hujan satelit Global Precipitation Measurement (GPM), citra Sentinel-2, dan pengamatan lapangan dapat mendukung identifikasi kawasan rawan serta pemantauan perubahan kondisi lingkungan. Namun, perkiraan probabilitas banjir berikutnya tidak cukup hanya berdasarkan riwayat kejadian. Analisis tersebut membutuhkan data hujan dan debit jangka panjang, disertai pemodelan hidrologi dan hidraulika.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





