โNanti UPTD Kehutanan kita akan turun secara berkala dengan Kapolres untuk melakukan pemantauan di seluruh wilayah,โ ujarnya.
Selain memperkuat pengawasan karhutla, Pemprov Sumbar juga memastikan pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan hingga kondisi kembali pulih. Dinas Lingkungan Hidup bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terus memantau perkembangan kualitas udara sebagai dasar untuk menentukan langkah antisipasi lanjutan.
Sementara, untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna mengoptimalkan pelayanan pada setiap tingkatan fasilitas kesehatan. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat memperoleh penanganan yang diperlukan.
Kapolda Sumbar Irjen Pol. Jawari menyatakan, pihaknya akan segera menginstruksikan seluruh Kapolres untuk berkoordinasi secara proaktif dengan UPTD Kehutanan Provinsi yang berada di wilayah masing-masing.
Menurutnya, sinergi antara Pemprov Sumbar, Polda Sumbar, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan langkah pencegahan dan pengawasan berjalan efektif.
โSumbar ini harus kita jaga betul. Pemprov dan Polda akan kita sinkronkan untuk memastikan upaya ini berjalan sesuai harapan. Selain itu, kita juga membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat,โ ujar Irjen Pol. Jawari.
Dia menegaskan, Polda Sumbar berkomitmen mendukung program pemerintah daerah sepanjang sesuai dengan kewenangan Polri dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dengan pengawasan bersama serta dukungan seluruh elemen masyarakat, upaya pencegahan karhutla di Sumbar diharapkan semakin optimal sehingga risiko kebakaran dan dampak kabut asap dapat ditekan.(000/adpsb)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





