5 Fakta Seputar Sianida

Penjelasan fakta seputar sianida
Kadar sianida yang rendah ditemukan di alam dan pada produk yang biasa kita makan atau gunakan. Sianida dapat diproduksi oleh bakteri, jamur, dan alga tertentu. (Foto: Pin/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Sianida adalah racun yang kerjanya sangat cepat. Sianida pun digunakan untuk senjata kimia dalam Perang Dunia I. Melansir situs Departemen Kesehatan New York, berikut ini penjelasan fakta seputar sianida.

Bacaan Lainnya
  1. Sianida ada di sekitar

Kadar sianida yang rendah ditemukan di alam dan pada produk yang biasa kita makan atau gunakan. Sianida dapat diproduksi oleh bakteri, jamur, dan alga tertentu. Sianida ditemukan dalam asap rokok, knalpot kendaraan, dan makanan seperti bayam, rebung, almond, kacang lima, biji buah, dan tapioka.

  1. Bentuk sianida

Ada beberapa bentuk kimia sianida. Hidrogen sianida berbentuk cairan berwarna biru pucat atau tidak berwarna pada suhu kamar dan merupakan gas tidak berwarna pada suhu lebih tinggi. Ini memiliki bau almond yang pahit.

Ada juga natrium sianida dan kalium sianida yang berwujud bubuk putih, memiliki bau pahit seperti almond. Bahan kimia lain yang disebut sianogen dapat menghasilkan sianida. Sianogen klorida adalah gas cair tidak berwarna yang lebih berat dari udara dan memiliki bau yang menyengat.

Meskipun beberapa senyawa sianida mempunyai bau yang khas, bau bukanlah cara yang baik untuk mengetahui adanya sianida. Beberapa orang tidak dapat mencium bau sianida. Orang lain bisa menciumnya pada awalnya, tapi kemudian terbiasa dengan baunya.

  1. Fungsi sianida

Secara historis, hidrogen sianida digunakan sebagai senjata kimia. Senyawa yang mengandung sianida digunakan dalam pestisida dan fumigan, plastik, hingga pertambangan. Perusahaan pewarna dan obat juga menggunakan sianida.

Beberapa proses industri, seperti produksi besi dan baja, industri kimia, dan pengolahan air limbah dapat menghasilkan sianida. Selama klorinasi air, sianogen klorida dapat diproduksi pada tingkat rendah.

  1. Dampak sianida pada tubuh

Setelah terpapar, sianida dengan cepat memasuki aliran darah. Dalam dosis kecil, sianida dalam tubuh dapat diubah menjadi tiosianat, yang tidak terlalu berbahaya dan dikeluarkan melalui urin. Di dalam tubuh, sianida dalam jumlah kecil juga dapat bergabung dengan bahan kimia lain untuk membentuk vitamin B12, yang membantu menjaga kesehatan saraf dan sel darah merah.

Ini akan berbeda untuk sianida dalam dosis besar. Kemampuan tubuh untuk mengubah sianida menjadi tiosianat menjadi kewalahan. Sianida dosis besar mencegah sel menggunakan oksigen dan akhirnya sel-sel tersebut mati. Jantung, sistem pernapasan, dan sistem saraf pusat paling rentan terhadap keracunan sianida.

  1. Pengobatan jika terpapar sianida

Menjauhkan diri dari titik paparan ke udara segar merupakan langkah pertama yang penting dalam mengatasi paparan sianida. Keracunan sianida dapat ditangani lebih lanjut oleh tenaga medis profesional. Seringkali pasien diberikan oksigen. Dua obat penawar (natrium nitrit dan natrium tiosulfat) biasanya digunakan untuk menghentikan efek keracunan sianida yang serius.

Obat lain mungkin diperlukan untuk mengendalikan efek kesehatan tambahan dari sianida seperti kejang. Orang yang mengalami tanda dan gejala serius akan memerlukan perawatan rumah sakit segera, terutama orang yang pingsan atau tidak sadarkan diri. Keterlambatan pengobatan dapat mengakibatkan.

Itulah penjelasan fakta seputar sianida. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait