Inilah 10 Penyebab Badan Menggigil Tanpa Demam

Penjelasan penyebab menggigil
Kedinginan dan demam sering terjadi bersamaan, tetapi kadang menggigil bisa terjadi sebelum demam muncul. Ini mungkin terjadi sebagai respons terhadap infeksi apa pun. (Foto: Pin/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Mengigil adalah sensasi perasaan dingin. Sensasi ini disebabkan oleh pergantian yang cepat antara kontraksi otot dan relaksasi. Kontraksi otot ini adalah cara tubuh untuk mencoba menghangatkan diri saat Anda kedinginan.

Bacaan Lainnya

Menggigil sering terjadi bersamaan dengan demam. Namun, Anda juga bisa mengalami menggigil tanpa disertai demam dan ini bisa terjadi karena beberapa alasan. Inilah beberapa kemungkinan penyebab badan menggigil tanpa demam. Simak penjelasan penyebab menggigil tanpa demam berikut ini.

  1. Cuaca dingin

Penyebab paling umum menggigil tanpa demam adalah karena cuaca dingin. Apabila Anda tidak mengenakan pakaian tebal atau berlapis yang cukup dan suhu udara rendah, sangat mungkin Anda merasa kedinginan. Apalagi jika pakaianmu basah, maka Anda akan merasa lebih cepat kedinginan. Ini karena air di pakaian menguap, menggunakan energi panas tubuh untuk proses ini, mengutip Medical News Today.

Kondisi berangin juga bisa membuat Anda kedinginan. Angin dingin menghilangkan udara hangat yang terperangkap di sekitar kulit atau di bawah pakaian.

Jika suhu tubuh turun terlalu rendah, hipotermia bisa terjadi.

Dengan mengenakan pakaian tebal atau berlapis, Anda bisa melindungi diri dari cuaca atau angin dingin. Selain itu, mengganti pakaian basah dengan pakaian kering juga akan membantu.

  1. Efek samping pengobatan

Menggigil tanpa demam dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu atau kombinasi obat-obatan. Dilansir Healthline, ini juga bisa terjadi jika Anda menggunakan obat bebas, suplemen herbal, atau obat resep dengan dosis yang tidak tepat.

Selalu baca informasi potensi efek samping di kemasan obat. Jika merasa kedinginan setelah menggunakan suatu obat, beri tahu dokter atau apoteker. Tergantung tingkat keparahannya, Anda mungkin perlu perhatian medis.

  1. Reaksi emosional

Anda juga bisa menggigil saat mengalami reaksi emosional yang mendalam atau intens terhadap suatu situasi. Emosi yang bisa menyebabkan kedinginan termasuk kecemasan dan ketakutan.

Menggigil juga bisa disebabkan oleh pengalaman yang sangat menyentuh dengan cara yang positif, misalnya mendengarkan musik atau kata-kata yang menginspirasi. Ini kadang disebut “frisson” atau “goosebumps”. Jenis reaksi emosional ini mungkin disebabkan oleh mekanisme neurologis yang memicu pelepasan dopamin.

  1. Infeksi atau malaria

penjelasan penyebab menggigil selanjutnya disebabkan infeksi atau malaria. Kedinginan dan demam sering terjadi bersamaan, tetapi kadang menggigil bisa terjadi sebelum demam muncul. Ini mungkin terjadi sebagai respons terhadap infeksi apa pun, tetapi ini adalah gejala klasik malaria.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), malaria dapat memiliki tiga tahap:

  • Tahap dingin (menggigil).
  • Tahap panas (demam).
  • Tahap berkeringat.

Apabila curiga mengalami malaria, khususnya tinggal atau baru mengunjungi tempat di mana infeksi terjadi, segera temui dokter.

Tubuh biasanya bisa mengatasi infeksi yang paling umum, misalnya flu, dengan sendirinya. Namun, jika gejala tidak membaik, memburuk secara signifikan, atau berisiko mengalami komplikasi terkait flu, segera cari perhatian medis.

  1. Reaksi terhadap aktivitas yang ekstrem

Maraton atau bentuk olahraga ekstrem lain yang membutuhkan aktivitas fisik intens bisa memicu perubahan suhu inti tubuh dan mengakibatkan kedinginan. Respons ini bisa terjadi dalam cuaca apa pun, tetapi lebih mungkin pada suhu yang sangat dingin ataupun sangat panas.

Pada suhu panas, kelelahan panas dan dehidrasi dapat menyebabkan reaksi ini. Sementara pada suhu dingin, hipotermia dan dehidrasi dapat menjadi penyebabnya. Dalam kedua kasus, gejala lain yang mungkin Anda alami bisa termasuk:

  • Goosebumps atau merinding.
  • Kram otot.
  • Mual dan muntah.

Anda bisa mencegah kedinginan akibat aktivitas intens dengan menjaga hidrasi tubuh dan mengenakan pakaian yang tepat. Sebaiknya hindari olahraga saat cuaca sedang sangat dingin atau sangat panas, serta membatasi durasinya.

Menghidrasi diri dan mengembalikan suhu tubuh ke kisaran normal biasanya cukup untuk menghilangkan gejala. Namun, dalam beberapa kasus, Anda mungkin membutuhkan cairan intravena untuk mengatasinya.

  1. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme atau tiroid yang kurang aktif adalah kelenjar tiroid yang tidak menghasilkan cukup hormon yang dibutuhkan untuk mengatur tingkat metabolisme atau mendukung kesehatan secara keseluruhan. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan kepekaan terhadap dingin, mengakibatkan kedinginan.

Gejala tambahan yang terkait hipotiroidisme meliputi:

  • Pembengkakan wajah.
  • Kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Kuku, kulit, dan rambut kering.
  • Kelemahan, nyeri, atau kekakuan otot.
  • Perasaan sedih atau depresi.
  • Masalah dengan memori.
  • Hipotiroidisme adalah kondisi yang dapat diobati dan biasanya membutuhkan pengobatan setiap hari.
  1. Infeksi virus, seperti COVID-19

Infeksi dapat menyebabkan menggigil dengan atau tanpa demam. Dilansir Men’s Health, virus menular dapat bertindak langsung pada sistem saraf dan secara tidak langsung memengaruhinya melalui molekul protein yang memberi tahu sel saraf bahwa suhu tubuh terlalu rendah. Sebagai akibatnya, Anda merasa kedinginan dan tubuh bergetar dengan mekanisme alami lainnya untuk menghangatkan tubuh.

Walaupun demam adalah gejala umum COVID-19, tetapi beberapa orang melaporkan kedinginan tanpa demam. Apabila Anda merasa kedinginan disertai gejala umum COVID-19 lainnya, seperti sakit tenggorokan, hidung meler, mual dan muntah, kelelahan, batuk, atau diare, ada baiknya melakukan tes COVID-19.

Itulah penjelasan penyebab menggigil tanpa demam. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait