Dia menegaskan batas waktu peralihan semakin dekat dan perlu perhatian serius.
“Mengingat kalau sampai 15 Mei masyarakat tidak melakukan migrasi, maka tidak mendapatkan pelayanan listrik,” ucapnya.
Koordinator Perlindungan Konsumen dan Usaha Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ainul Wafa mengatakan, rapat tersebut memastikan kesiapan teknis dan sosial dalam proses peralihan.
“Yang kita bahas hari ini mengenai teknis pelaksanaannya sudah sejauh mana peralihan pelanggan ini. Memang jaraknya jauh-jauh, jadi harus direncanakan dengan cermat agar pekerjaan efisien,” kata Ainul.
Dia menambahkan, kesiapan material tidak lagi menjadi kendala, namun kemampuan masyarakat dalam membayar masih perlu perhatian.
“Dari PLN sudah memberi kebijakan berupa cicilan untuk meringankan beban warga,” ujarnya.
Sementara itu, SRM Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UIW S2JB Wira Bhakti Dharma menyebut progres per 21 April 2026 telah mencapai 47 persen atau 26.776 pelanggan dari target 56.719 pelanggan.
“Untuk mencapai target dengan waktu yang tersisa, dibutuhkan peralihan sekitar 1.000 pelanggan per hari,” kata Wira.
Dia berharap percepatan pembayaran dapat mendorong pencapaian target tersebut.
“Harapan kami percepatan pembayaran DP biaya agar kami bisa menuntaskan target. Kami juga terus bersosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (015)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






