Permintaan Tinggi, Bisnis Batu Bata Tetap Eksis di Lubuk Basung

Usaha pembuatan batu bata merah di Lubuk Basung. (Foto: Ist.)

AGAM (SumbarFokus)

Usaha pembuatan batu bata merah di Kecamatan Lubuk Basung masih eksis hingga sekarang. Hal itu dibuktikan dengan banjirnya permintaan batu bata di daerah itu.

Bacaan Lainnya

Seperti yang diceritakan pelaku usaha batu bata, Riyan di kawasan Simpang Tembok, Kecamatan Lubuk Basung, Selasa (17/1/2023).

Hingga Maret mendatang ia harus memenuhi permintaan batu bata yang dipesan di tempat usahanya.

“Dari Januari hingga Maret sudah ada permintaan dari masyarakat yang harus kami penuhi,” ujar Riyan.

Lebih lanjut disampaikannya, dalam sehari tempatnya mampu memproduksi batu bata kurang lebih 24 ribu potong.

“Untuk produksi saya dibantu enam anggota yang masing-masingnya mampu membuat 600 potong batu bata,” sebutnya.

Ia mematok harga satu potong bata seharga Rp1.050. Dalam sebulan ia mampu meraih omset sekitar Rp30 juta-an.

“Dalam sebulan kami mampu menjual kurang lebih 30 ribu potong batu bata,” ucapnya.

Untuk pemasaran ia baru mampu memenuhi permintaan di sekitar Lubuk Basung.

Soal kualitas, ia menjamin batu bata yang diproduksi di tempatnya berkualitas tinggi.

“Kualitas bata dapat dilihat dari tanah yang kami gunakan menghasilkan batu bata yang tebal dan besar sehingga batu bata kami tidak banyak yang patah selama pengiriman,” ujarnya.

(000/007)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait