“Kompetisi ini menjadi ruang bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman. Mereka belajar menghadapi tekanan pertandingan, menjaga konsentrasi, sekaligus meningkatkan kemampuan dan mental bertanding,” jelasnya.
Karena itu, Dipo berharap seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat dapat memanfaatkan Porprov XVI sebagai ruang untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi atlet daerah masing-masing.
Menurutnya, proses pembinaan tidak semestinya berhenti setelah Porprov berakhir. Atlet-atlet yang menunjukkan potensi perlu terus mendapatkan pembinaan agar dapat diproyeksikan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk tingkat nasional dan internasional.
“Kita berharap dari Porprov ini lahir atlet-atlet potensial yang nantinya bisa membawa nama Sumatera Barat pada level yang lebih tinggi. Karena itu, pembinaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Di sisi lain, Dipo mengingatkan bahwa Porprov bukan semata-mata tentang perolehan medali. Nilai sportivitas dan kebersamaan antarkontingen juga menjadi bagian penting yang perlu dijaga selama kompetisi berlangsung.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana Porprov ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan semangat kebersamaan insan olahraga di Sumatera Barat,” kata Dipo. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





