Menurut Mahyeldi, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca. Literasi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah dan menggunakan informasi yang diperoleh, termasuk informasi mengenai ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan lingkungan.
Kehadiran SEPABLOCK dalam festival tersebut menjadi ruang bagi PT Semen Padang untuk memperkenalkan inovasi industri kepada masyarakat. Pengunjung dapat melihat maket instalasi, menyaksikan video proses pembangunan rumah menggunakan SEPABLOCK, serta berdiskusi langsung dengan tim teknis.
Antusiasme pengunjung terlihat dari ketertarikan mereka terhadap cara pemasangan, material penyusun, keunggulan dibandingkan bata konvensional hingga penerapannya untuk pembangunan rumah.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan respons pengunjung terhadap SEPABLOCK cukup positif.
“Alhamdulillah, respons pengunjung sangat positif. Banyak yang penasaran dengan cara pemasangan, bahan baku, hingga keunggulan dibanding bata merah. Ini membuktikan masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi konstruksi,” ujar Win.
Menurut Win, kehadiran SEPABLOCK dalam festival literasi juga memiliki makna lebih luas. Literasi, kata dia, tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga kemampuan masyarakat memahami perkembangan teknologi dan inovasi.
“Bagi kami, literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga literasi teknologi dan inovasi. Melalui SEPABLOCK, kami ingin mengajak masyarakat lebih peka terhadap produk konstruksi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkualitas,” jelasnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





