Teluk Bayur dan Muara Padang Diusulkan Dikembangkan, Danantara Minta Pemprov Sinkronkan dengan Pelindo

Usulan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi kepada COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam pertemuan di Wisma Danantara Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

JAKARTA (SumbarFokus)

Pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan Pelabuhan Muara Padang mulai didorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari penguatan konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah.

Usulan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi kepada COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam pertemuan di Wisma Danantara Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Dony menyambut usulan tersebut dengan meminta Pemprov Sumbar terlebih dahulu menyelaraskan rencana pengembangan kawasan dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan pemerintah daerah. Menurut dia, keselarasan tersebut diperlukan agar rencana yang disusun dapat terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat dan memiliki kepastian dalam tata ruang.

Bacaan Lainnya

โ€œRencana kawasan Teluk Bayur harus diselaraskan dulu dengan Pelindo dan pemerintah daerah, kemudian dikunci melalui kebijakan pusat agar resmi masuk dalam tata ruang,โ€ ujar Dony.

Usulan pengembangan tersebut disampaikan Mahyeldi melalui surat Nomor 552.4/195/DISHUB-SB/2026 tertanggal 1 September 2026 yang juga ditembuskan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan KSOP Kelas II Teluk Bayur.

Delapan Prioritas Pengembangan Teluk Bayur

Untuk Pelabuhan Teluk Bayur, Pemprov Sumbar mengusulkan delapan pekerjaan prioritas. Usulan tersebut antara lain reklamasi terminal curah tahap pertama seluas 2,32 hektare, pembangunan Dermaga 08 dan Dermaga 09, pemasangan pipa CPO sepanjang 363,68 meter, penataan kawasan permukiman dalam pelabuhan serta perpanjangan pemecah ombak sepanjang 558 meter.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait