Struktur Karya Tulis Ilmiah

Struktur Karya Tulis Ilmiah
Ilustrasi. (Foto: Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Setiap karya tulis ilmiah memiliki style guide atau selingkung yang berarti pedoman tata cara penulisan yang ditentukan oleh jenis tulisan dan tujuan karya tulis ilmiah ini dibuat. Secara umum, struktur karya tulis ilmiah, disajikan sebagai berikut.

Bacaan Lainnya
KPU Provinsi Sumatera Barat
  1. Halaman Judul

Struktur karya tulis ilmiah yang pertma adalah judul karya, diangkat berdasar tema dari karya tulis ilmiah yang akan dibuat. Judul hendaknya ditulis seunik dan semenarik mungkin, sehingga memunculkan keingintahuan dan rasa penasaran bagi calon pembacanya.

Selain memantik rasa penasaran bagi calon pembacanya, judul juga dapat dibuat untuk memberi gambaran awal mengenai isi karya tulis ilmiah ini bagi calon pembaca. Pada halaman judul ini, nama penulis, judul karya tulis ilmiah, institusi atau lembaga, tanggal, bulan, tahun dan tempat karya tulis ilmiah dibuat, ditulis dengan aturan rata tengah, diurutkan setelah judul di bagian bawah.

  1. Abstrak

Abstrak merupakan ringkasan dari keseluruhan isi suatu karya tulis ilmiah, abstrak berfungsi memberikan penjelasan kepada pembaca, agar secara cepat, pembaca memahami isi, maksud dan tujuan dari penulis, menuliskan karya tulis ilmiah tersebut. Abstrak bersifat informatif, namun tidak terlalu panjang penulisannya, kurang lebih 250 kata.

  1. Pendahuluan

Dari dasar kata pembentuknya, kita tahu bahwa pendahuluan ini berada di depan, sebagai pemberi salam untuk pembaca. Pendahuluan, biasanya menceritakan alasan penulis melakukan penelitian, apa yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan, menceritakan tujuan, serta manfaat dari karya tulis ilmiah ini dibuat.

  1. Kerangka Teoritis

Dari asal katanya, kerangka berasal dari kata rangka, yang berfungsi sebagai penyangga, pilar, garis besar, atau konsep. Sedangkan teori adalah suatu pendapat atau argumen yang didapat berdasar penelitian atau penemuan, yang didukung oleh data atau fakta penunjang.

Maka dengan definisi pengertian di atas, kerangka teori merupakan garis besar rancangan konsep sistematis yang menjadi panduan sebuah penelitian.

  1. Metode Penelitian

Untuk mengembangkan kerangka yang telah dibuat, terlebih dahulu, harus ditentukan metode penelitiannya. Metode penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan seorang peneliti, untuk memperoleh hasil yang tepat dari penelitiannya tersebut.

Biasanya metode yang dipakai adalah metode kualitatif, metode kualitatif secara garis besar berfokus pada analisa dan dan riset yang mendalam. Sedangkan Metode kuantitatif merupakan metode yang banyak terkait dengan penggunaan angka, tabel dan statistic.

  1. Pembahasan

Pembahasan menjadi bagian yang paling panjang pada penulisan karya tulis ilmiah. Pembahasan berfungsi menjelaskan tujuan, manfaat, metode, kerangka teori, serta rumusan masalah, yang disertai dengan data-data yang diperoleh. Jika karya tulis ilmiah ini dibagikan ke khalayak umum, yang akan memunculkan tanya jawab, adalah pada bagian ini.

  1. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan selalu berada di bagian akhir sebuah karya tulis ilmiah, yang berisi pendapat dari penulis, atas semua yang telah dibahas. Tujuannya adalah agar pembaca memperoleh wawasan baru dari subyek yang telah dibahas.

Saran biasanya berisi pesan dari penulis, agar suatu ketika, jika pembaca ingin melakukan penelitian yang sama, mereka dapat menemukan cara yang efektif, atau justru mengembangkan lebih luas lagi.

  1. Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan sebuah daftar yang berisi sumber teori yang digunakan oleh penulis dalam penelitiannya. Penulisan daftar pustaka biasanya dituliskan dengan format nama penulis, judul tulisan, nama penerbitnya, identitas, dan kapan diterbitkan. (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait