Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia Hendra Amriz mengatakan, festival tersebut merupakan respons atas bencana hidrometeorologi yang melanda Padang pada akhir tahun lalu dan kembali terjadi pada 3 Agustus 2026.
“Fokus perdana diarahkan pada hulu DAS Batang Kuranji di Kecamatan Pauh dan Kuranji melalui kompetisi restorasi lahan dan pemulihan tutupan, dengan target 60.000 bibit tanaman hutan. Penilaian dilakukan dua tahap, setelah penanaman dan tiga bulan kemudian, dengan pemenang dianugerahi dalam Alek Nagari,” jelas Hendra.
Festival Tanam Hulu dirancang berlangsung sekitar tujuh bulan dengan tiga kluster kegiatan, yakni konsolidasi, edukasi dan kompetisi. Kegiatan juga ditandai penandatanganan kesepakatan bersama Pemko Padang dengan Yayasan Galapagos Indonesia Lestari serta kerja sama pemanfaatan kawasan Tahura dr. Mohammad Hatta. (000/pdg)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





