PADANG (SumbarFokus)
Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian keluarga sekaligus menjadi bagian dari kekuatan pembangunan daerah. Karena itu, pemberdayaan ekonomi perempuan perlu diperkuat melalui kebijakan, dukungan anggaran, pelatihan, hingga akses pasar.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat dalam kegiatan peningkatan ekonomi perempuan, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, penguatan ekonomi perempuan tidak sekadar mendorong kaum ibu memiliki penghasilan sendiri, tetapi juga membuka ruang agar mereka dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap kesejahteraan keluarga.
“Bagaimana ibu-ibu bisa mempunyai ekonomi yang bagus, sehingga bisa memberikan kontribusi dalam keluarga. Di balik suami yang hebat, ada wanita yang hebat. Wanita hebat itu salah satunya adalah yang selalu mendoakan suaminya,” ujarnya.
Ia mengatakan, masih banyak perempuan di daerah yang memiliki potensi usaha, namun belum sepenuhnya mendapatkan dukungan yang dibutuhkan. Tantangan tersebut antara lain keterbatasan akses permodalan, literasi keuangan dan digital, pelatihan, pendampingan, serta akses pasar.
Selain itu, banyak perempuan harus menjalankan peran ganda, mengurus keluarga sekaligus mengembangkan aktivitas ekonomi.
“Masih banyak perempuan pelaku usaha yang menghadapi hambatan struktural. Mereka memiliki potensi besar, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh sistem kebijakan, pembiayaan, pelatihan, dan akses pasar yang memadai,” katanya.
Karena itu, DPRD memiliki posisi strategis untuk memastikan pemberdayaan ekonomi perempuan tidak berhenti sebatas wacana. Peran tersebut dapat dijalankan melalui tiga fungsi DPRD, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





