Selain memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak terpenuhi, Wapres juga menyoroti dampak bencana terhadap rumah, lahan pertanian, dan hewan ternak warga. Ia pun meminta seluruh kerugian warga segera didata agar proses pemulihan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
“Terkait rumah dan lahan pertanian milik warga yang mengalami kerusakan, saat ini sedang dilakukan pendataan. Segera sampaikan kepada petugas di lapangan terkait rumah, lahan pertanian, hewan ternak yang jadi imbas akibat bencana. Pemerintah pastikan untuk melakukan penggantian dan pemulihannya,ā ujar Wapres.
Saat salah seorang warga mengungkapkan bahwa rumahnya tidak lagi dapat ditempati, Wapres memastikan pemerintah akan menindaklanjuti pendataan serta pembangunan kembali hunian warga terdampak.
āIbu, rumahnya sudah didata. Nanti akan kami bangun kembali. Lokasinya akan ditentukan Bupati di tempat yang lebih aman,ā ungkap Wapres.
Selain pemulihan tempat tinggal, Wapres turut menekankan pentingnya penanganan dokumen kependudukan warga yang mungkin hilang atau rusak akibat bencana. Ia meminta pemerintah daerah mengoordinasikan proses pengurusan kembali kartu keluarga, KTP, dan dokumen administrasi lainnya agar kebutuhan dasar para pengungsi dapat segera dipenuhi.
āSelain rumah, perlu ditindaklanjuti penanganan administrasi dokumen-dokumen, KK, KTP. Itu nanti Pak Bupati harus koordinir, ya,ā tambah Wapres.
Sebagaimana diketahui, bencana banjir bandang akibat hujan berintensitas tinggi yang menerjang wilayah Arosuka pada Senin malam (21/09/2026) menyebabkan dua orang meninggal dunia. Pemerintah daerah bersama unsur terkait lainnya hingga kini terus melakukan penanganan darurat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





