Inklusi Keuangan Sumbar Capai 95,37 Persen, OJK Perkuat Literasi Masyarakat

Kepala OJK Sumbar Rony Nazra, dalam Puncak BIK di Padang, Minggu (1/11/2026). (Foto: OJK Sumbar/SumbarFokus.com)
Kepala OJK Sumbar Rony Nazra memberi pemaparan dalam kegiatan Puncak BIK, Padang, Minggu (1/11/2026). (Foto: OJK Sumbar/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Tingkat inklusi keuangan masyarakat Sumatera Barat mencapai 95,37 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026. Capaian tersebut melampaui tingkat inklusi keuangan nasional yang berada pada angka 93,61 persen.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra, dalam Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Sumatera Barat 2026 di Basko Grand Mall, Kota Padang, Minggu (1/11/2026). Kegiatan bertema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera” tersebut diikuti lebih dari 500 peserta.

Roni mengatakan, tingginya inklusi keuangan menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan layanan keuangan formal oleh masyarakat. Namun, perluasan akses harus diimbangi dengan pemahaman mengenai manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk keuangan.

Bacaan Lainnya

“Capaian ini menunjukkan semakin banyak masyarakat Sumatera Barat yang telah memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal. Namun demikian, tantangan ke depan bukan hanya membuka akses keuangan, tetapi juga memastikan masyarakat memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk keuangan,” jelas Roni.

Dia menambahkan, peningkatan literasi keuangan penting untuk melindungi masyarakat dari investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan penipuan digital. OJK juga mendorong pemanfaatan layanan keuangan untuk mendukung UMKM, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan perlindungan keuangan masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan asuransi dalam menghadapi risiko bencana.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait