11 Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu, Jangan Sampai Tertipu

Cara membedakan uang asli
Warna uang kertas Rupiah memiliki karakter berbeda dari kertas pada umumnya. Misal ketika berada di bawah sinar matahari, uang pecahan Rp100.000 akan berubah warna menjadi agak kehijauan dari sudut tertentu. (Foto: Canva/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Sebagai metode pembayaran, uang memiliki peran penting dalam transaksi sehari-hari. Namun ada saja pihak yang berusaha memalsukan uang. Oleh sebab itu, penting untuk kita mengetahui cara membedakan uang asli dan palsu agar tidak mudah tertipu.

Lalu apa saja ciri-ciri uang palsu? Dan bagaimana cara mengetahui keasliannya? Simak selengkapnya pada artikel berikut.

Ciri-ciri uang asli

Agar bisa mengetahui ciri-ciri uang palsu, Anda harus memahami terlebih dulu ciri uang asli berikut ini.

  • Rupiah memiliki tanda air berbentuk pahlawan Indonesia. Tanda air bervariasi tergantung dari pecahan uang tersebut.
  • Material uang kertas Rupiah adalah serat kapas yang memiliki sifat relatif elastis dan tidak mudah sobek.
  • Terdapat benang pengaman pada pecahan Rp20.000, Rp50.000 dan Rp100.000. Pada dua pecahan terakhir, Anda dapat melihat benang pengaman yang berpendar terkena sinar matahari.
  • Desain, warna dan ukuran uang Rupiah memiliki sifat yang terang dan jelas.
  • Terdapat logo rectoverso BI pada pecahan Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000 dan Rp100.000. Logo rectoverso sendiri adalah gambar tersembunyi berlambang BI pada sisi depan uang kertas.
  • Perbedaan uang palsu dan asli selanjutnya adalah adanya gambar pahlawan bila uang kertas diterawang dari sudut tertentu.

Perbedaan uang palsu dan asli

Perbedaan uang palsu dan asli di antaranya bisa dilihat dari segi tekstur uang, warna uang, dan perbedaan bahan baku. Berikut penjelasannya.

Segi bahan baku

Pertama, perbedaan uang palsu dan asli adalah dari material penyusunnya. Serat kapas sebagai material pembuat uang kertas Rupiah tidak akan dijumpai pada ciri-ciri uang palsu. Dilansir dari CNN Indonesia, bahan baku pembuat uang palsu adalah jenis kertas yang mudah ditemukan, tetapi tidak disebutkan jenis kertasnya.

Segi tekstur

Pembuat uang palsu tidak dapat meniru uang kertas yang bertekstur pada bagian tertentu. Anda dapat mengenali ciri-ciri uang palsu dari karakter kertas dengan kecenderungan lebih halus dan tidak bertekstur.

Segi warna

Mesin pencetak dan tinta yang digunakan pada uang asli dan palsu tentu tidak sama. Oleh sebab itu, perbedaan uang palsu dan asli dapat dengan mudah dikenali dari segi warnanya.

Cara membedakan uang asli dan palsu

Agar Anda terhindar dari risiko penipuan uang palsu, berikut adalah cara membedakan uang asli dan palsu yang penting untuk diketahui.

Gambar tersembunyi

Pada beberapa pecahan uang, terdapat gambar multi warna, misal pada pecahan Rp10.000. Angka 10 memiliki beberapa variasi warna seperti kuning, ungu dan biru. Biasanya, gambar multi warna bisa dijumpai pada uang pecahan Rp10.000 ke atas.

Menggunakan sinar UV

Nah, jika Anda ingin menggunakan bantuan teknologi berupa alat pendeteksi uang palsu, Anda bisa menggunakan sinar ultraviolet sebagai cara membedakan uang asli dan palsu. Uang asli akan berpendar ketika terkena sinar UV, sementara uang palsu tidak.

Rectoverso logo BI

Logo rectoverso adalah tulisan BI yang jika dilihat sekilas hanya berbentuk gambar tak beraturan. Namun jika Anda melihatnya dari beberapa sudut berbeda, akan muncul gambar saling isi melengkapi logo BI.

Warna uang

Warna uang kertas Rupiah memiliki karakter berbeda dari kertas pada umumnya. Misal ketika berada di bawah sinar matahari, uang pecahan Rp100.000 akan berubah warna menjadi agak kehijauan dari sudut tertentu.

Garis timbul untuk tuna netra

Untuk memfasilitasi tuna netra, Rupiah memiliki fitur garis timbul pada sisi kanan dan kiri uang. Garis tersebut dimanfaatkan guna mengenali nominal uang dari teksturnya.

Rasi Eurion

Cara membedakan uang asli dan palsu selanjutnya dapat dilihat dari rasi Eurion. Rasi Eurion adalah fitur khusus anti pemalsuan uang dan dikenal sejak tahun 1996. Rasi Eurion adalah bentuk bulatan pada uang kertas yang berfungsi sebagai upaya pencegahan mesin fotokopi agar tidak dapat menyalin uang.

Tekstur uang

Cara membedakan uang asli dan palsu bisa dilakukan dengan mengamati tekstur uang. Tekstur uang palsu akan lebih rapuh dan mudah lecek jika dibandingkan dengan uang Rupiah asli. Selain itu, tekstur uang asli juga lebih kasar pada permukaannya terutama pada bagian seperti nominal, tulisan NKRI, dan sisi lainnya.

Penggunaan bahan baku

Bahan baku uang kertas Rupiah adalah serat kapas yang sulit diimitasi. Oleh sebab itu, jika Anda jeli, Anda akan segera mengetahui ciri-ciri uang palsu melalui perbedaan bahannya.

Cara membedakan uang asli dan palsu dengan metode 3D

Sebenarnya terdapat cara membedakan uang asli dan palsu yang lebih mudah, yakni dengan metode 3D. Kepanjangan dari 3D adalah Dilihat, Diraba, Diterawang. Berikut penjelasannya.

Dilihat

Anda harus melihat uang Rupiah secara langsung untuk memastikan benang pengaman pada uang kertas berpendar ketika terkena sinar matahari. Dari pengamatan langsung pun Anda bisa mengetahui apakah desain uang memiliki perbedaan dari kebanyakan uang yang beredar.

Diraba

Cara membedakan uang asli dan palsu selanjutnya adalah dengan merabanya secara langsung. Serat kapas sebagai material penyusun uang akan terasa berbeda jika dibandingkan dengan uang palsu.

Selain itu, Anda akan merasakan tekstur yang berbeda pada bagian gambar, nominal, lambang negara serta pada tulisan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Diterawang

Terawang uang di bawah sinar matahari langsung sebagai cara membedakan uang asli dan palsu. Ciri-ciri uang palsu akan segera terlihat karena tidak adanya gambar tokoh pahlawan atau gambar tersebut memiliki perbedaan signifikan dengan uang Rupiah asli.

Itulah tadi artikel yang menjelaskan mengenai cara membedakan uang asli dan palsu. Bagaimana, tidak sulit bukan? (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait