Trauma Galodo Belum Hilang, Warkop di Sempadan Lembah Anai Picu Polemik Baru

Ilustrassi. (TIM/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Trauma banjir bandang dan longsor yang berulang kali menerjang kawasan Lembah Anai belum sepenuhnya hilang dari ingatan masyarakat Sumatera Barat. Namun di tengah ancaman bencana yang masih membayangi, sebuah warung kopi justru mulai beroperasi di kawasan sempadan sungai yang sebelumnya masuk rencana penertiban pemerintah.

Video aktivitas warung kopi bernama Hidayatullah di kawasan Jalan Lintas Padang–Bukittinggi itu belakangan ramai beredar di media sosial. Warkop tersebut berada di bangunan foodcourt di samping Masjid Hidayatullah, kawasan yang dinilai rawan terhadap banjir bandang dan longsor.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah kendaraan terparkir di halaman bangunan. Aktivitas penjualan makanan dan minuman disebut mulai berlangsung sejak Senin (4/5/2026).

Bacaan Lainnya

Kemunculan usaha itu memicu sorotan publik karena lokasinya berada di kawasan yang sebelumnya diterjang galodo besar pada 11 Mei 2024 dan kembali dilanda banjir serta longsor pada akhir November 2025.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sumbar Tommy Adam menilai, aktivitas usaha di kawasan tersebut membahayakan keselamatan masyarakat karena berada di jalur tumbukan air ketika banjir besar terjadi.

“Kawasan lokasi berdirinya warkop ini secara fisiografis merupakan daerah tumbukan air. Lama-kelamaan akan terjadi pengikisan oleh air yang membuat tanah mengalami erosi dan berdampak terhadap bangunan di atasnya,” kata Tommy, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, keberadaan warkop berpotensi memperbesar risiko jatuhnya korban jiwa apabila banjir bandang atau longsor kembali terjadi.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait