Refleksi 100 Tahun Gempa 1926, PJKIP Padang Panjang Gelar FGD Mitigasi Bencana

Persatuan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik menggelar Focus Group Discussion (FGD) perdana bertema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Hadapi Bencana” di Aula BMKG, Rabu (13/5/2026). (Foto: Pemko Padang Panjang/SumbarFokus.com)

Padang Panjang (SumbarFokus)

Persatuan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik menggelar Focus Group Discussion (FGD) perdana bertema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Hadapi Bencana” di Aula BMKG, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi satu abad Gempa Padang Panjang 28 Juni 1926 yang tercatat sebagai salah satu bencana besar di Sumatera Barat. FGD ini diikuti berbagai elemen masyarakat mulai dari KNPI, Karang Taruna, Kelompok Siaga Bencana (KSB) dari 16 kelurahan, PMI, SAR, relawan kebencanaan hingga para jurnalis.

Hadir sebagai narasumber, Plt Kepala BPBD-Kesbangpol Kota Padang Panjang Dian Eka Purnama serta ahli geologi sekaligus mantan Kepala Pusdalops PB Sumbar Ade Edward. Diskusi dipandu Direktur PK3SDM Nova Indara sebagai moderator.

Bacaan Lainnya

Ketua PJKIP Padang Panjang Rifnaldi menegaskan bahwa tragedi gempa 1926 bukanlah momentum untuk diperingati secara seremonial, apalagi dirayakan.

“Tidak pantas rasanya sebuah bencana diperingati, apalagi dirayakan. Karena bencana ini adalah musibah yang memakan ratusan korban jiwa serta menghancurkan harta benda masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rifnaldi, kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat dan generasi muda bahwa Kota Padang Panjang merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi karena dilintasi Patah Semangko Segmen Sianok dan Singkarak.

“Hari ini kita hadir di sini untuk mengingatkan diri sendiri, generasi penerus, dan seluruh elemen masyarakat bahwa Padang Panjang adalah wilayah rawan bencana,” katanya.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait