Menurut dia, keterampilan tukang sangat menentukan ketepatan penerapan produk konstruksi di lapangan, termasuk SEPABLOCK.
“Untuk itu, kami berharap para tukang terus mendukung penggunaan produk-produk PT Semen Padang di tengah ketatnya persaingan industri semen. Dukungan tersebut tentunya akan berjalan beriringan dengan komitmen perusahaan untuk terus memberdayakan dan meningkatkan kemampuan para tukang,” ujarnya.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat.
Dia mengatakan, program pemberdayaan tidak hanya diarahkan dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga pembekalan keterampilan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“Salah satunya diwujudkan melalui program pemberdayaan berupa Pelatihan Tukang SEPABLOCK. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan daya saing para tukang bangunan,” kata Hernes.
Pelatihan kali ini merupakan kegiatan kedua yang diselenggarakan Unit CSR PT Semen Padang. Pelatihan pertama digelar pada 2023 dengan melibatkan 25 peserta. Pada pelaksanaan kedua, jumlah peserta meningkat menjadi 36 orang.
Hernes berharap peningkatan keterampilan tersebut dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi peserta. Tukang yang memiliki kompetensi lebih baik dinilai memiliki daya saing lebih tinggi dan berpeluang terlibat dalam berbagai proyek pembangunan.
Sementara itu, Kepala Unit Produksi BIP dan Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra mengatakan, pelatihan semakin relevan karena SEPABLOCK kini digunakan dalam pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





