70 Klub Pemburu Tupai Sumbar Riau dan Jambi Berburu Hama Wisata di Sawahlunto

Sebanyak 70 klub berburu hama wisata regional Sumbar, Riau dan Jambi serbu sebelas desa di Kecamatan Talawi Sawahlunto untuk berburu hama. (Foto: Pemko Sawahlunto/SumbarFokus.com)

SAWAHLUNTO (SumbarFokus)

Sebanya 875 orang dari 70 klub mengikuti buru hama wisata regional Sumatera Barat, Riau, dan Jambi, yang digelar Pemko Sawahlunto di sebelas desa yang ada di Kecamatan Talawi, Minggu (27/8/2023).

Bacaan Lainnya
KPU Provinsi Sumatera Barat

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta yang hadir langsung pada kegiatan tersebut menyampaikan, kolaborasi penanggulangan hama dengan berburu wisata ini sengaja dilakukan untuk mengurangi hama tupai yang sangat merugikan petani di Sawahlunto.

“Dengan peserta dari regional Sumbar, Riau dan Jambi, telah membantu petani di Sawahlunto mengurangi hama tupai. Ada sebelas desa di Kecamatan Talawi yang hari ini menjadi lokasi berburu, artinya jumlah tupai di sebelas desa tersebut sekarang berkurang signifikan,” katanya.

Terkait pengendalian hama tupai ini, Wali Kota Deri Asta menyebut Pemko Sawahlunto sangat konsisten mendukung dan memfasilitasi program tersebut, di antaranya dengan memberikan alat pendukung (senapan angin) kepada kelompok berburu melalui Pemerintah Desa dan Kelurahan.

“Selain petani terbantu, dengan ajang berburu hama wisata juga meningkatkan kunjungan wisata ke Sawahlunto, dan ini tentu juga berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat disekitarnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto Henni Purwaningsih mengatakan, untuk jumlah peserta buru hama yaitu sebanyak 701 orang, ditambah peserta lomba menembak metsil sebanyak 175 orang.

“Ada dua kegiatan yang kita kolaborasikan dalam satu event, yakni buru hama tupai dan lomba menembak metsil. Peserta sangat antusias, kalau jumlah klub atau perkumpulan menembak hama yang ikut tercatat sebanyak 70 klub, berasal dari Sumbar Riau dan Jambi,” jelas Henni.

Henni mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengurangi hama tanaman atau Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), meningkatkan hasil produksi atau panen dan ajang silaturahmi penghobi buru hama.

“Untuk di Sawahlunto sendiri, melalui DKP3, diberikan reward dan motivasi kepada masyarakat yang berhasil memusnahkan tupai maka akan diganti sebesar Rp5 ribu per ekornya,” terangnya.(025)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait