Penguatan tersebut mencakup pengembangan empat kolam berukuran masing-masing 400 meter persegi. Dengan kapasitas baru, kelompok dapat menebar hingga 60 ribu bibit dalam satu kolam, dengan masa pemeliharaan sekitar enam bulan dan proyeksi hasil mencapai 7.500 kilogram per siklus.
Kelompok menjalankan pola panen dua kali dalam setahun. Hasil budidaya selama ini dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Bukittinggi, Pekanbaru, Padang, Jambi, Medan, dan Sarolangun.
Selain meningkatkan produksi, kelompok juga menjaga keberlanjutan lingkungan melalui gotong royong membersihkan kolam dan saluran air, mengimbau masyarakat tidak melakukan penyetruman maupun peracunan ikan, serta menjaga kawasan lubuk larangan.
Ririn berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian usaha masyarakat.
“Kami berharap dukungan ini tidak berhenti pada satu kegiatan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat dapat terus menjaga dan mengembangkan usaha yang dimiliki, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tutur Ririn.
Pemkab Agam turut mengapresiasi dukungan PLN karena dinilai membantu menjawab kebutuhan masyarakat di sektor budidaya ikan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi keluarga dan kemandirian masyarakat. (000/UID-Sumbar)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





