PASAMAN BARAT (SumbarFokus)
Bupati Pasaman Barat Yulianto meninjau kesiapan lahan pembangunan Sekolah Rakyat sekaligus rencana pembangunan jembatan penghubung Kampung Cubadak menuju Kampung Sipirok, Senin (14/9/2026).
Peninjauan diawali di UPT Benih Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, dan memastikan kesiapan lokasi serta mematangkan perencanaan teknis kedua program pembangunan tersebut.
Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus memaksimalkan seluruh tahapan persiapan, termasuk pemenuhan persyaratan administrasi dan kesiapan lahan seluas 6,5 hektare.
“Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Selain meninjau lokasi Sekolah Rakyat, Bupati juga melihat rencana pembangunan jembatan penghubung Kampung Cubadak-Kampung Sipirok. Jembatan yang direncanakan memiliki panjang sekitar 40 meter itu diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut perlu didukung dengan peningkatan akses jalan. Karena itu, pemerintah daerah juga memprioritaskan usulan pembangunan jalan Kampung Sipirok sepanjang sekitar 1 kilometer serta jalan penghubung ruas KKN-Kampung Cubadak sepanjang 800 meter dengan estimasi anggaran sekitar Rp3 miliar.
“Hari ini kita kembali meninjau lokasi sekaligus mematangkan perencanaan teknis jembatan penghubung Kampung Cubadak-Sipirok. Rencananya, kita akan membangun jembatan sementara. Kita juga akan mengusulkan pembangunan jalan Kampung Sipirok sepanjang 1 kilometer dan jalan penghubung KKN-Kampung Cubadak sepanjang 800 meter,” katanya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





