Mahyeldi menilai peningkatan inklusi keuangan memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam layanan perbankan, maka semakin besar peluang daerah memperkuat pembiayaan sektor-sektor produktif.
“Tabungan tidak boleh berhenti hanya sebagai simpanan. Tabungan harus menjadi energi penggerak ekonomi daerah. Dana masyarakat yang dihimpun harus kembali disalurkan untuk pembiayaan sektor pertanian, industri pengolahan, pariwisata, dan sektor produktif lainnya yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra memastikan dana masyarakat yang disimpan di Bank Nagari dikelola secara profesional dan berada di bawah pengawasan regulator keuangan nasional.
“Bank ini tunduk pada regulasi dan secara berkala diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Alhamdulillah, tingkat kesehatan bank kita berada pada kategori sehat dengan rating yang kuat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, hingga tutup buku tahun 2025 total aset Bank Nagari mencapai Rp33,6 triliun. Jaringan layanan juga terus diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah Sumbar, termasuk daerah kepulauan melalui penguatan layanan digital dan jaringan perbankan.
Pada Gebyar Hadiah Tabungan tahun ini, Bank Nagari menyediakan berbagai hadiah, di antaranya satu unit Toyota Fortuner, Mitsubishi Xpander, Honda Brio, lima paket umrah, tiga unit Yamaha NMAX, 56 unit Honda Vario 125, hingga hadiah emas.
Rangkaian Gebyar Hadiah Tabungan Bank Nagari berlangsung sejak 8 hingga 10 Mei 2026 di Kota Solok sebagai bagian dari komitmen memperkuat budaya menabung dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (000/adpsb)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






