PADANG (SumbarFokus)
Anggota DPR RI Komisi V Zigo Rolanda memastikan sebanyak 165 petugas penjaga perlintasan sebidang kereta api di Sumatera Barat kembali bertugas. Kepastian itu disampaikan usai rapat pembahasan keberlanjutan penjagaan perlintasan sebidang bersama seluruh pemangku kepentingan, Selasa (5/5/2026).
“Sebanyak 165 petugas kini telah kembali bertugas. Ini langkah konkret untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” ujar Zigo.
Dia menegaskan, keberadaan petugas di lapangan sangat penting untuk mencegah potensi kecelakaan di perlintasan kereta api.
“Kami tidak ingin ada celah dalam aspek keselamatan. Kehadiran petugas di perlintasan sangat krusial,” katanya.
Rapat tersebut dihadiri pemerintah daerah, di antaranya Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Pariaman, serta Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia. Dalam pertemuan itu disepakati pembiayaan petugas ditanggung pemerintah pusat hingga Desember 2026.
“Pembiayaan hingga akhir 2026 ditanggung Kementerian Perhubungan. Ini bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan transportasi publik,” ungkapnya.
Untuk keberlanjutan pada 2027, pembiayaan penjagaan akan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota. Zigo memastikan skema tersebut telah disepakati bersama.
“Untuk 2027, pembiayaan akan diambil alih pemerintah daerah. Artinya tidak ada kekosongan penjagaan ke depan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen tidak membuka perlintasan sebidang baru serta menertibkan perlintasan tidak resmi. Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko kecelakaan di jalur kereta api.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






